Sekilas Tentang Barisan Madura di Bangkalan

Bangkalan, maduracorner.com –  

SENIN, 14 AGUSTUS 2017

Sekilas Tentang Barisan Madura di Bangkalan

Untuk postingan ini kali ini saya akan memperlihatkan sesuatu yang tidak biasa. Yaitu salah satu pasukan militer pribumi terkenal pada masa Belanda yaitu Barisan Madura!


Barisan Madura sendiri pertama kali dibentuk pada tahun 1831 atas jasa-jasa orang Madura saat Perang Jawa (Perang Diponegoro). Saat itu pasukan Barisan terdapat 3 pasukan yaitu Barisan Sumenep, Barisan Pamekasan, dan Barisan Bangkalan. Dalam sejarahnya, pasukan ini diikutkan oleh Belanda di beberapa operasi militer dari Jambi hingga Aceh. 


Menurut kesaksian, pasukan Barisan dikenal sebagai pasukan yang berani. Nantinya pada masa Perang Kemerdekaan, Belanda sempat membentuk kembali pasukan Barisan Madura dengan nama Barisan Tjakra Madoera.


Setelah melihat sejarah singkat pasukan tersebut, mari kita cek artikel salah satu pasukan hulpkorps KNIL tersebut dalam majalah d’Orient nomor 9 tanggal 28 Februari 1931 milik teman saya (muara-buku).


Majalah d’Orient nomor 9 tanggal 28 Februari 1931


Tidak banyak tulisan tentang pasukan ini pada majalah tersebut. Namun kekurangan tersebut digantikan dengan beberapa gambar menarik. 


Yang pertama adalah Raden Aryo Majang Koro (Mayangkoro). Komandan salah satu barisan Madura yaitu Barisan Bangkalan yang terkenal. Majang Koro sendiri bukanlah orang yang sembarangan, seperti yang terlihat dari tanda penghargaan yang dia terima.


Raden Ario Majang Koro

Berikutnya adalah salinan catatan dinas Majang Koro :


Salinan Catatan Dinas Majang Koro

Sayang salinan susah dibaca, namun jasa Majang Koro sendiri sudah tercermin dari tanda penghargaan yang dia bawa. Selain itu pula jasa-jasa Majang Koro sendiri juga ikut dikenang dengan dibangunnya sebuah monumen di markas pasukan Barisan Madura.


Monumen Majangkoro di Tangsi Pasukan Barisan Bangkalan

Tugu Peringatan Majangkoro


Kita bisa melihat keunikan monumen tersebut. Yang pertama adalah adanya ukiran medali Militaire Willems Orde dan yang kedua adalah gambar Majang Koro ikut dipajang di monumen tersebut. Sebelah kiri monumen itu sendiri, terdapat sebuah meriam.


Gambar berikutnya adalah komandan Barisan pada saat itu yaitu Majoor Raden Aryo Tjokro di Poetro (Cokrodiputro).




Berikutnya yang tidak kalah penting dalam sejarah pasukan Barisan adalah gambar vaandel (panji) pasukan


Vaandel (panji) Pasukan Barisan

Vaandel (panji) Pasukan Barisan
Majangkoro Komandan Korps memegang sebuah Vaandel Pasukan Barisan


Menurut artikel, vaandel tersebut lebih besar daripada vaandel yang digunakan oleh pasukan KNIL lainnya. Dalam sejarah sendiri, vaandel pasukan KNIL dibawa oleh Adjudant Onderofficier. Khususnya untuk pasukan hulpkorps seperti Legiun Mangkunegara di Solo dan Legiun Pakualam di Yogyakarta, ujung tongkat vaandel pasukan Barisan berbentuk tombak bukannya singa seperti yang berlaku pada tongkat vaandel pasukan KNIL.

Perwira dibawah adalah Kapitein – Leider A.M.G. Schmidhamer.


Kapitein – Leider A.M.G. Schmidhamer

Pangkat Kapitein – Leider atau Officier – Leider diberikan kepada para perwira KNIL yang menjadi instruktur pasukan hulpkorps.

Untuk instruktur pasukan Barisan, Schmidhamer dibantu oleh 3 orang dibawah ini.


Tiga Perwira KNIL yang menjadi instruktur Pasukan Hulpkorps

Mereka adalah dari kiri ke kanan, Sergeant Majoor Instructeur S. van Bragt, Adjudant Onderofficier Instructeur P. Wijnstok, dan Sergeant Majoor Instructeur W, Gottschalk.


Setelah melihat orang – orang yang ada hubungannya dengan Barisan Madura, saatnya kita melihat fasilitas pasukan. Yang pertama adalah gambar markas (tangsi) pasukan.



Markas (tangsi) Pasukan di belakang nampak Monumen Peringatan Ulang Tahun Bangkalan ke-100 tahun sedang dibangun

Pada latar belakang, kita bisa melihat monumen peringatan ulang tahun ke-100 tahun sedang dibangun. Monumen ini dibangun oleh penduduk Bangkalan.


Kantor dan Gudang di Bangkalan

Klinik yang sudah tidak digunakan lagi
Kita bisa melihat tidak adanya kasur pada tempat tidur. Membuktikan klinik tersebut juga sudah lama tidak digunakan

Sarana Olah Raga Senam Pasukan, dan Menurut komentar di majalah tersebut, sarana tersebut termasuk bagus kualitasnya


Skema Taktik Pertempuran yang dilakukan Pasukan Barisan, Ada kemungkinan coretan pada papan tulis di atas adalah dari pelajaran taktik pasukan


Bicara tentang pelajaran militer, berikutnya adalah gambar pasukan yang sedang belajar tentang meriam


Pasukan yang sedang belajar tentang meriam

Sungguh unik memang, pelajaran tersebut diajarkan di pasukan Barisan. Ini dikarenakan pada saat itu tidak ada lagi elemen artileri pada hierarki pasukan.


Gambar berikut adalah pelajaran senapan.


Pelajaran tentang Pengetahuan dan Pengoperasian Senapan. Perhatikan seorang sergeant menyaksikan pelajaran tersebut

Para pembuat sepatu pasukan


Terkesan pekerjaan yang remeh jika dibandingkan sekarang memang. Namun pemakaian sepatu bagi pasukan inlander terutama untuk pasukan hulpkorps baru berusia 2 dekade sejak artikel ini dibuat!


Kuda – kuda pasukan yang berada di dekat dapur lapangan pasukan

Topi Bamboehoed serta ledergoed (peralatan kulit)


Terlihat banyak topi bamboehoed serta ledergoed (peralatan kulit) yang diletakkan. Seperti yang anda ketahui, pasukan barisan seperti halnya pasukan hulpkorps lainnya, mereka tidak mempunyai barak untuk menginap serta mereka hanya bekerja setengah hari saja. Untuk pasukan Barisan sendiri, mereka selesai bekerja pada jam 11, setelah itu mereka pulang sebagai partikelir. Seperti yang tertulis pada artikel ” … en de barisan poelangt als particulier sadja.”



Majalah d’Orient nomor 9 tanggal 28 Februari 1931

Oleh : Mas Karebet (Kolektor yang juga sejarawan dari kota Bengawan yaitu Solo


Gambar : repro ulang dari museum militerku

Sumber : museum militerku

Untuk postingan ini kali ini saya akan memperlihatkan sesuatu yang tidak biasa. Yaitu salah satu pasukan militer pribumi terkenal pada masa Belanda yaitu Barisan Madura!


Barisan Madura sendiri pertama kali dibentuk pada tahun 1831 atas jasa-jasa orang Madura saat Perang Jawa (Perang Diponegoro). Saat itu pasukan Barisan terdapat 3 pasukan yaitu Barisan Sumenep, Barisan Pamekasan, dan Barisan Bangkalan. Dalam sejarahnya, pasukan ini diikutkan oleh Belanda di beberapa operasi militer dari Jambi hingga Aceh. 


Menurut kesaksian, pasukan Barisan dikenal sebagai pasukan yang berani. Nantinya pada masa Perang Kemerdekaan, Belanda sempat membentuk kembali pasukan Barisan Madura dengan nama Barisan Tjakra Madoera.


Setelah melihat sejarah singkat pasukan tersebut, mari kita cek artikel salah satu pasukan hulpkorps KNIL tersebut dalam majalah d’Orient nomor 9 tanggal 28 Februari 1931 milik teman saya (muara-buku).


Majalah d’Orient nomor 9 tanggal 28 Februari 1931


Tidak banyak tulisan tentang pasukan ini pada majalah tersebut. Namun kekurangan tersebut digantikan dengan beberapa gambar menarik. 


Yang pertama adalah Raden Aryo Majang Koro (Mayangkoro). Komandan salah satu barisan Madura yaitu Barisan Bangkalan yang terkenal. Majang Koro sendiri bukanlah orang yang sembarangan, seperti yang terlihat dari tanda penghargaan yang dia terima.


Raden Ario Majang Koro

Berikutnya adalah salinan catatan dinas Majang Koro :


Salinan Catatan Dinas Majang Koro

Sayang salinan susah dibaca, namun jasa Majang Koro sendiri sudah tercermin dari tanda penghargaan yang dia bawa. Selain itu pula jasa-jasa Majang Koro sendiri juga ikut dikenang dengan dibangunnya sebuah monumen di markas pasukan Barisan Madura.


Monumen Majangkoro di Tangsi Pasukan Barisan Bangkalan

Tugu Peringatan Majangkoro


Kita bisa melihat keunikan monumen tersebut. Yang pertama adalah adanya ukiran medali Militaire Willems Orde dan yang kedua adalah gambar Majang Koro ikut dipajang di monumen tersebut. Sebelah kiri monumen itu sendiri, terdapat sebuah meriam.


Gambar berikutnya adalah komandan Barisan pada saat itu yaitu Majoor Raden Aryo Tjokro di Poetro (Cokrodiputro).




Berikutnya yang tidak kalah penting dalam sejarah pasukan Barisan adalah gambar vaandel (panji) pasukan


Vaandel (panji) Pasukan Barisan

Vaandel (panji) Pasukan Barisan
Majangkoro Komandan Korps memegang sebuah Vaandel Pasukan Barisan


Menurut artikel, vaandel tersebut lebih besar daripada vaandel yang digunakan oleh pasukan KNIL lainnya. Dalam sejarah sendiri, vaandel pasukan KNIL dibawa oleh Adjudant Onderofficier. Khususnya untuk pasukan hulpkorps seperti Legiun Mangkunegara di Solo dan Legiun Pakualam di Yogyakarta, ujung tongkat vaandel pasukan Barisan berbentuk tombak bukannya singa seperti yang berlaku pada tongkat vaandel pasukan KNIL.

Perwira dibawah adalah Kapitein – Leider A.M.G. Schmidhamer.


Kapitein – Leider A.M.G. Schmidhamer

Pangkat Kapitein – Leider atau Officier – Leider diberikan kepada para perwira KNIL yang menjadi instruktur pasukan hulpkorps.

Untuk instruktur pasukan Barisan, Schmidhamer dibantu oleh 3 orang dibawah ini.


Tiga Perwira KNIL yang menjadi instruktur Pasukan Hulpkorps

Mereka adalah dari kiri ke kanan, Sergeant Majoor Instructeur S. van Bragt, Adjudant Onderofficier Instructeur P. Wijnstok, dan Sergeant Majoor Instructeur W, Gottschalk.


Setelah melihat orang – orang yang ada hubungannya dengan Barisan Madura, saatnya kita melihat fasilitas pasukan. Yang pertama adalah gambar markas (tangsi) pasukan.



Markas (tangsi) Pasukan di belakang nampak Monumen Peringatan Ulang Tahun Bangkalan ke-100 tahun sedang dibangun

Pada latar belakang, kita bisa melihat monumen peringatan ulang tahun ke-100 tahun sedang dibangun. Monumen ini dibangun oleh penduduk Bangkalan.


Kantor dan Gudang di Bangkalan

Klinik yang sudah tidak digunakan lagi
Kita bisa melihat tidak adanya kasur pada tempat tidur. Membuktikan klinik tersebut juga sudah lama tidak digunakan

Sarana Olah Raga Senam Pasukan, dan Menurut komentar di majalah tersebut, sarana tersebut termasuk bagus kualitasnya


Skema Taktik Pertempuran yang dilakukan Pasukan Barisan, Ada kemungkinan coretan pada papan tulis di atas adalah dari pelajaran taktik pasukan


Bicara tentang pelajaran militer, berikutnya adalah gambar pasukan yang sedang belajar tentang meriam


Pasukan yang sedang belajar tentang meriam

Sungguh unik memang, pelajaran tersebut diajarkan di pasukan Barisan. Ini dikarenakan pada saat itu tidak ada lagi elemen artileri pada hierarki pasukan.


Gambar berikut adalah pelajaran senapan.


Pelajaran tentang Pengetahuan dan Pengoperasian Senapan. Perhatikan seorang sergeant menyaksikan pelajaran tersebut

Para pembuat sepatu pasukan


Terkesan pekerjaan yang remeh jika dibandingkan sekarang memang. Namun pemakaian sepatu bagi pasukan inlander terutama untuk pasukan hulpkorps baru berusia 2 dekade sejak artikel ini dibuat!


Kuda – kuda pasukan yang berada di dekat dapur lapangan pasukan

Topi Bamboehoed serta ledergoed (peralatan kulit)


Terlihat banyak topi bamboehoed serta ledergoed (peralatan kulit) yang diletakkan. Seperti yang anda ketahui, pasukan barisan seperti halnya pasukan hulpkorps lainnya, mereka tidak mempunyai barak untuk menginap serta mereka hanya bekerja setengah hari saja. Untuk pasukan Barisan sendiri, mereka selesai bekerja pada jam 11, setelah itu mereka pulang sebagai partikelir. Seperti yang tertulis pada artikel ” … en de barisan poelangt als particulier sadja.”



Majalah d’Orient nomor 9 tanggal 28 Februari 1931

Oleh : Mas Karebet (Kolektor yang juga sejarawan dari kota Bengawan yaitu Solo


Gambar : repro ulang dari museum militerku

Sumber : museum militerku

Posting Terkait