Selama Kepemimpinan Fuad Amin, Tidak Pernah Ada Konflik Sara.

Masyarakat Bangkalan antusias mengikuti acara Refleksi akhir tahun bupati Fuad Amin .Mc.com/Sumaryanto

Masyarakat Bangkalan antusias mengikuti acara Refleksi akhir tahun bupati Fuad Amin. Mc.com/Sumaryanto

Maduracorner.com,Bangkalan – Ada yang menarik dari acara Refleksi Akhir Tahun 2012, Satu Dasa Warsa Kepemimpinan R.KH.Fuad Amin,S.Pd sebagai Bupati Bangkalan di gedung Rato Ebu Bangkalan, Senin (31/12/2012). Salah satu diantaranya yang hangat menjadi topik pembahasan dan pembicaraan dari nara sumber, Yanto adalah tentang kelebihan Fuad Amin selama memimpin Bangkalan, nyaris tidak pernah terjadi konflik horisontal yang berbau sara.

Menurut Yanto, tidak adanya konflik selama Bupati fuad amin ini karena gaya kepemimpinan putra KH Amin Imron ini mengakar hingga kelapis paling bawah. “Artinya, untuk meredam agar tidak sampai terjadi kasus sara seperti yang terjadi didaerah lainnya Fuad Amin mengambil tindakan cepat dengan mengumpulkan tokoh masyarakat, para ulama dan orang-orang yang dianggap mempunyai pamor dan pengaruh besar di tengah-tengah masyarakat. Sehingga semuanya bisa diredam sebelum mencuat kepermukaan. Gaya kepemimpinan seperti ini sangat dibutuhkan dan perlu ditiru,” ujar Yanto.

Ungkapan Yanto tentang kepemimpinan RKH Fuad Amin itu dibenarkan oleh salah seorang peserta, Munasir dari Kecamatan Tanjung Bumi. Dia  memberi contoh kasus aliran Syi’ah. Menurut Munasir, kasus aliran Syi’ah yang terjadi di Kabupaten Sampang beberapa tahun silam tidak sampai melebar ke Kabupaten Bangkalan. Padahal di Kecamatan Tanjung Bumi ada belasan KK yang menganut aliran Syi’ah. Akan tetapi semua masalah itu bisa diatasi karena Bupati Bangkalan  telah mengantisipasi sebelumnya. “Hingga sekarang aman-aman saja dan tidak pernah terjadi konflik yang berbau sara,” tutur Munasir. (yan/min)