Selama Pilpres, Ada 458.678 Kampanye Hitam

547 views

Baik kubu Prabowo-Hatta maupun Joko-Kalla terkena kampanye hitam ini. By : AN – Amal Nur Ngazis

259249_debat-final-capres-cawapres-2014-di-bidakara--jakarta_663_382

Maduracorner.com, Bangkalan Kampanye Pilpres sudah berakhir. Tinggal dua hari lagi masyarakat Indonesia memilih pasangan capres dan cawapres.

Banyak keriuhan sepanjang masa kampanye pilpres yang berlangsung sebulan lebih. Tak hanya pada kampanye terbuka, di dunia maya juga tak kalah ramai. Sayangnya, kampanye di dunia maya, masih juga dihiasi kampanye tak simpatik. Kampanye hitam masih menyerang masing-masing pasangan.

PoliticaWave, platform analitik dan monitoring media sosial, memantau aspirasi masyarakat Indonesia di dunia maya, melalui 6 media yaitu Twitter, Facebook, Blog, Forum, online news dan Youtube.

Setiap percakapan terkait pasangan Capres dan Cawapres di media-media tersebut diambil, dikelompokkan dan dianalisa oleh platform PoliticaWave.

“Semua BOT (akun robot) dan akun-akun spammer juga difilter dalam proses ini, sehingga percakapan yang dihitung hanya yang berasal dari netizen asli,” ujar Yose Rizal, Pendiri PoliticaWave, dalam keterangan tertulis hari ini.

Catatan PoliticaWave menemukan selama Mei-Juni 2014, terdapat 458.678 percakapan dengan konten tentang fitnah atau kampanye hitam.

Jokowi-JK merupakan pasangan yang paling banyak diserang oleh kampanye hitam, dengan persentase 74,5% serangan kampanye hitam dan 25,5% kampanye negatif.

Beberapa kampanye hitam yang menyerang pasangan Jokowi-JK adalah tuduhan beragama Kristen dan keturunan Tionghoa, tuduhan komunis, tuduhan membuat surat penangguhan ke kejaksaan, capres boneka, tidak bisa salat, wudhu dan ngaji, didukung Yahudi/Zionis, akan menghapus sertifikasi guru dan akan menghapus raskin.

Pasangan Prabowo-Hatta juga tak sepi dari kampanye hitam, meski dengan persentas lebih kecil dibanding pasangan nomor 2. Prabowo-Hatta lebih banyak mendapat kampanye negatif, sebesar 83,5% dibandingkan kampanye hitam sebesar 16,5%.

Kampanye hitam terhadap Prabowo-Hatta yaitu memiliki dua kewarganegaraan, tuduhan psikopat, video pemukulan di KPU, transaksi saham palsu dan video kampret.

Prabowo-Hatta Lebih Rapi

PoliticaWave juga menemukan perbedaan dalam menggunakan media sosial antara tim Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Pada tim Prabowo-Hatta, sistem komunikasi lebih terstruktur dan terorganisasi. Komunikasi biasa dimulai dari akun official terkait partai atau pengurus partai. Terdapat keseragaman dalam berkomunikasi dan menjawab isu.

Sementara tim Jokowi-JK tidak terorganisir secara baik oleh partai. Kekuatan komunikasi Jokowi-JK di media sosial justru didukung oleh banyak grup relawan. Awalnya pendukung Jokowi-JK tidak terlalu terorganisasi, banyak jawaban atas isu yang tidak seragam.

Namun sejak debat pertama, terlihat bahwa antarkelompok relawan sudah berkomunikasi dan bersinergi dengan lebih baik. Salah satu indikatornya pada semua debat, dukungan netizen terhadap pasangan Jokowi-JK lebih besar daripada Prabowo-Hatta. (adi)

© VIVA.co.id