Senyum Yusuf, Kuli Bangunan yang Dapat Bantuan Bedah Rumah

280 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Yusuf (42), warga Kelurahan Pangeranan, Kecamatam Kota Bangkalan ini, tak pernah menyangka rumah tua yang ditinggalinya bakal mendapatkan perhatian dari pemerintah dan warga sekitar. Pasalnya, tukang kuli bangunan beranak dua tersebut menangis haru saat ia harus pindah dari rumah yang telah ia tempati sejak lahir di Bangkalan 1978 silam.

Bukan tanpa alasan yusuf meninggalkan rumah kelahirannya, Tapi karena rumah tersebut berada di tanah orang lain dan sudah diwasiatkan oleh orang tuanya sebelum meninggal.

“Sebelum orang tuanya meninggal dunia sudah ada sebuah perjanjian, jika nanti saat orang tuanya sudah wafat, Yusuf harus pindah dari rumah tersebut karena tanahnya milik orang,” ujar Lukman salah satu tokoh masyarakat setempat, menjadi inisiator dalam pembangunan rumah secara swadaya untuk Yusuf. Selasa (20/10/2020).

Lukman menjelaskan, Bupati Ra Latif tampak masih baru, masih dalam masa transisi serta butuh penyesuaian. Maka penting memberikan informasi perihal kondisi masyarakat.

“Ketika ingin mengetahui kedalaman air, maka kita harus menyelam. Pemerintah atau Bupati jika pengen kebijakan itu memang fair harus datang ke masyarakat bawah harus tau layak atau tidak. Kalau hanya mendengar dari birokrasi katanya- katanya, ketiaka katanya itu bukan kepastian, ketika datang ke bawah itu baru kepastian,” ujarnya.

Ketika Ra Latif terjun langsung ke bawah, meninjau langsung kondisi masyarakat (Red Yusuf) lanjut dia, maka butir- butir Pancasila sebagai dasar negara, khususnya sila ke- 2 “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, serta sila ke-5 ” Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” dapat dipenuhi selama Ia memimpin. Jadi bukan katanya- katanya. Tapi tau langsung kondisi dibawah,” jelas Lukman.

Mendapat laporan itu, orang nomor satu di Bangkalan itu langsung meninjau rumah Yusuf yang sudah puluhan tahun ia tempati dan kini harus ia tinggalkan.

Pertama-tama Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menuju rumah yang dihuni Yusuf, baru setelah itu menuju lokasi rumah yang akan di bangun yang berjarak sekitar 200. Di lokasi itu Bangkalan meninjau proses pembangunan rumah 6×7 yang masih selesia di bagian pondasi tersebut.

Untuk program rumah tidah layak huni yang diajukan oleh saudara Lukman (untuk Yusuf) terhadap pemerintah tidak memungkinkan, tentunya harus nunggu tahun 2021 dan itu terlalu lama.

“Akhirnya atas inisiatif beliau ingin membangun rumah secara swadaya, dan saya nyatakan siap untuk membantu. Jadi ini swadaya dari masyarakat atas inisiator pak Lukman,” ujar Ra Latif.

Ditempat yang sama, Yusuf mengaku bersyukur karena mendapat bantuan bedah rumah dari Bupati Bangkalan.

“Alhamdulillah, saya tidak bisa membalas kebaikan pak Bupati. Dan saya tidak mengira kalau akan mendapat bantuan bedah rumah ini. Saya sampai terima kasih ke pak lukman dan pak bupati,” tandasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia