Si ‘Sesat’ Gafatar Pernah Kontrak Rumah di Perumahan Tonjung Burneh

image

Lurah Tonjung Burneh, A Lutfi Saat Memberikan Keterangan Pada Wartawan

Bangkalan, maduracorner.com – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), organisasi yang kini dilarang oleh pemerintah ini ternyata pernah menyewa sebuah rumah di Perumnas Tonjung, Kecamatan Burneh. Bahkan, organisasi ini mengundang warga yang dikemas dalam acara selamatan rumah yang diduga akan dijadikan basis atau sekretariat kelompok tersebut.

“Pada awalnya, kami mengira warga biasa yang menyewa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Gafatar masuk kesini sekitar bulan Juli 2014,”terang Lurah Tonjung Burneh, A. Lutfi kepada maduracorner.com, kamis (14/01/2016).

Modus Gafatar baru diketahui pada saat menggelar selamatan tersebut. Mereka memperkenalkan diri dan menyebut identitas organisasi. Warga merasa curiga, kelompok ini menyimpang dari ajaran yang sebenarnya ketika mereka melakukan pembacaan do’a.

“Jadi do’a yang mau dibaca itu bermacam-macam. Alasannya Indonesia terdiri dari berbagai macam agama. Spontas warga langsung protes dan menolak,”papar Lutfi.

Mengetahui gelagat yang mencurigakan, warga langsung mengakses informasi tentang Gafatar melalui media sosial. Teryata, kelompok pimpinan ini merupakan aliran sesat yang dilarang. “Mereka tetap memaksa ingin memasang papan nama organisasi. Tapi dengan tegas ditolak oleh warga. Sejak penolakan itu, Gafatar tidak ada aktivitas lagi,”tandasnya.

Seperti diketahui, Gafatar dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah pusat. Apalagi, pimpinan mereka yang bernama Ahmad Musadeq mengaku sebagai nabi terakhir. (her/mad)

Penulis: Heriyanto Ahmad
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia