Sial, Pria Ini Malah Dibacok Karena Masuk Pekarangan Rumah Pujaannya Dengan Sembunyi-Sembunyi

image

Korban Hatip Yang Dirawat di UGD RSUD Syamrabu Bangkalan

Bangkalan, maduracorner.com – Malang benar nasib yang dialami Hatip (30) warga Desa Panjalinan, Kecamatan Blega. Pria yang diketahui sebagai juragan buah ini menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh Tantowi (35) warga Desa Blega. Korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Syamrabu Bangkalan. Pasalnya, ia menderita sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.

Kronologis insiden berdarah ini, berawal ketika korban terlihat mengendap-ngendap dan berada di pojok perkarangan rumah H. Misrun mertua pelaku, kamis (2/7/2015) sekitar pukul 19.00 WIB. Kebetulan pada saat itu pelaku berada di sawah untuk buang air. Melihan gelagat korban yang mencurigakan, pelaku langsung memberitahukan kepada mertuanya.

Rupanya, warga masih trauma dengan sejumlah aksi pencurian yang terjadi belakangan ini. Termasuk kasus pelaku curanmor yang menimpa jamaah taraweh beberapa hari lalu yang ditangkap di Lomaer, Blega.

Kemudian pelaku bersama mertuanya berjalan mendekati korban dan membentaknya. Melihat kedatangan pelaku, korban langsung melarikan diri. Sontak pelaku dan mertuanya langsung naik pitam dan mengejarnya.

Malang tak dapat ditolak. Hatip pun akhirnya menderita luka bacok pada bagian pinggang, kepala, paha serta bahu.

“Pelaku telah kami amankan di Polsek Blega. Menurut keterangannya, korban menyelinap masuk kepekangan lewat samping,”ujar Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Andy Purnomo kepada maduracorner.com, kamis malam.

Ironisnya, korban ternyata tidak berniat mencuri. Tapi sedang kasmaran pada salah satu cewek di rumah mertua pelaku. “Berdasarkan info yang kami peroleh, korban suka terhadap salah satu penghuni rumah. Namun saat ditanya, korban malah kabur sehingga terjadi pembacokan. Mungkin karena itulah pelaku mengejar dan membacok korban”,terang Andi Purnomo lagi.

Berdasarkan keterangan dokter RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Ageng Priatmaja, luka yang diderita korban cukup serius. Terutama di bagian pinggang dan bahu karena memiliki kedalalaman 1,5 sampai 2 centimeter. “Semua luka kami jahit terutama pada bagian-bagian luka yang banyak mengeluarkan darah,”ujar Ageng. (her/mad)

Penulis: Heryanto
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia