Siapa yang berhak menerima zakat ?

445 views

Mustahiq zakat – Orang-orang yang berhak menerima zakat. By : AN

zakat-melindungi-mstahik

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At-Taubah (9): 60)

1. Faqir, yaitu orang yang tidak mempunyai harta untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya, baik untuk makan, minum, pakaian maupun untuk tempat tinggal. Baik dia tidak punya harta sama sekali maupun mempunyai harta yang kurang dari setengah kebutuhan hidupnya.

2. Miskin, yaitu orang yang lebih baik sedikit keadaannya dari orang faqir atau justru malh lebih parah, meskipun dihukumi sama. Orang miskin senantiasa butuh kepada bantuan orang lain dalam setiap keadaannya, misalnya orang yang mempunyai seratus real, namun yang dibutuhkannya adalah dua ratus real.

3. Pengurus zakat, yaitu orang-orang yang mengumpulkan, menjaga dan membagi-bagikan zakatserta yang berperan serta didalamnya seperti pengumpul, penjaga, pencatat, pengangkut dan pembaginya. Salah satu dari pengurus atau petugas zakat harus diberikan zakatnya sebagai upah kerjanya, meskipun kaya.

4. Muallaf yang dijinakkan hatinya, yaitu seorang muslim yang masih lemah keimanannya padahal dia termasuk orang yang berpengaruh di kaumnya sehingga dengan diberikan zakat diharapkan hatinya lunak dan tetap keislamannya. Dan diharapkan pula dapat memberi manfaat kepadanya dan menghilangkan mudharatnya. Atau bahkan untuk menarik perhatian orang kafir dengan keimanannya atau sebagai motivator atau bentuk kecintaan Islam kepadanya.

5. Dalam memerdekakan budak, yaitu seorang budak muslim yang ingin membeli dan membebaskan dirinya atau seorang mukatib (budak yang telah membuat perjanjian dengan tuannya), maka dengan zakat dia dapat membayar tebusan kebebasan dirinya.

6. Yang berhutang, yaitu orang yang mempunyai beban hutang bukan untuk perbuatan maksiat, baik untuk dirinya atau untuk membebaskan orang lain. Dia diberikan zakat untuk meringankan beban hutangnya.

7. Yang berjihad di jalan Allah SWT, yaitu jalan yang dapat menghantarkan kepada keridhaan-Nya. Jumhur ulama menjelaskan bahwa yang termasuk dalam kategori ini adalah orang yang pergi berjihad di medan perang. Maka orang yang dengan sukarela pergi jihad, wajib diberikan zakatkarena mereka tidak mendapat gaji dari pemerintah, baik kaya ataupun miskin.

8. Ibnu sabil, yaitu musafir yang melakukan perjalanan jauh dan sangat mengharapkan bantuan karena kehabisan bekal. Maka dia wajib diberikan zakat untuk memenuhi kebutuhannya dan mengantarnya kembali ke negerinya, meskipun di negerinya termasuk orang kaya. Hal ini apabila dia tidak mendapatkan orang yang dapat dihutangi, dan apabila ada orang yang dapat dihutangi, maka wajib baginya untuk berhutang.