Siasati Kenaikan Harga Kedelai, Pengusaha Tempe Tahu Perkecil Ukuran

Ukuran Tempe Tahu di Perkecil | Oleh : Aryan

Kedelai Mahal, ukuran tempe dan tahu diperkecil-Foto : aryan/MC.com

Kedelai Mahal, ukuran tempe dan tahu diperkecil-Foto : aryan/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebulan lalu  itu disusul  dengan kenaikan harga buah kedelai yang merupakan bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu. Harga kedelai  naik dari Rp 550 ribu/kwintal  naik Rp 740 ribu/kwintal. Meskipun harga kedelai naik,  akan tetapi harga tempe dan tahu dipasar tradisional Ki Lemah Duwur (KLD) Bangkalan tetap tidak naik. Untuk mensiasati hal tersebut, pengusaha tempe dan tahu memperkecil ukuran tahu atau tempe-nya.

“Dari pengalaman selama ini, para pedagang tempe maupun tahu tidak berani menaikan harga, cuma memperkecil ukurannya. Kalau dinaikan harganya, langganannya bisa lari dan tidak kembali lagi,” ujar salah satu penjual tahu dan tempe, Suparto dipasar KLD Bangkalan, Minggu, (14/07).
Menurut dia, seandainya harga tempe dan tahu terpaksa dinaikan, maka besaran kenaikannya tak lebih dari kisaran Rp 500 hingga Rp 1 ribu. Menaikkan harga lebih dari itu, pengusaha takut para pelanggan akan pindah ke menu lainnya. Tak heran jika para pembuat tempe dan tahu yang sudah puluhan tahun menggeluti usahanya lebih condong memilih memperkecil ukuran ketimbang harus menaikan harganya.

“Jika sepotong tempe dan tahu ukuran panjang sebelumnya 30 cm, sekarang dikurangi 5 cm. Demikian juga tingkat ketebalannya, bila sebelumnya 10 cm dikurangi 3 – 5 cm ketebalan tempe maupun tahunya. Konsumennya juga tidak protes,bisa memaklumi dari pada harganya dinaikan,” ungkap Suparto. (yan/min).

Email Autoresponder indonesia