Siswa SDN Saplasah Kecamatan Sepulu Belajar di Teras Sekolah, Kok Bisa?

Suasana proses belajar mengajar di SDN Saplasah Kecamatan Sepulu sangat memprihatinkan


Bangkalan, maduracorner.com – Renovasi gedung Sekolah Dasar Negeri Saplasah di Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan terhenti sejak sebulan lalu. Kondisi ini membuat proses belajar siswa memprihatinkan. 

Mereka terpaksa belajar dalam kelas yang dipenuhi tumpukan bahan bangunan dan sisa material. Bahkan, sebagian siswa, bahkan belajar di teras sekolah. 

“Terhenti karena pekerjanya mogok,” kata  Sekertaris Desa Spalasah, Asy’ari, Kamis, (8/12/ 2016).

Menurut Asy’ari, pekerja renovasi yang mayoritas warga sekitar mogok karena upah belum dibayar oleh pihak sekolah sejak renovasi dimulai awal November lalu. Total upah yang belum dibayar mencapai Rp 42 juta. 

“Kami sudah tanya ke bendahara sekolah, katanya anggaran sudah cair dua ratus juta lebih, tapi dipegang kepala sekolah,” ujarnya.

Masalahnya, lanjut Asy’ari, Kepala Sekolah SDN Saplasah, Kandiawan jarang datang ke sekolah. Sebulan hanya  masuk dua kali. Dihubungi via telepon oleh Asy’ari, Kandi sempat mengatakan bayaran pekerja akan dicairkan setelah termin ke 3 cair.

Namun, kata Asy’ari, setelah diklarifikasi ke UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sepuluh, anggaran termin ke 3 yang dimaksud Kandi telah dicairkan. 

“Lalu siapa yang benar, kami bingung,” keluhnya. 

Ditemui terpisah, Kepala Pengawas  UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Sepuluh, Ridwan enggan berkomentar soal SDN Saplasah. Dia mengisyaratkan agar masalah tersebut tidak diekspose. Dia sedang mengupayakan masalah tersebut diselesaikan di internal lembaga.

“Pak kepala sekolah sudah kami panggil ke sini, tapi belum datang. Tolong ya, kami akan selesaikan masalah di internal,” terangnya.

Kisruh renovasi gedung SDN Saplasah telah didengar Anggota DPRD Bangkalan dari Dapil Sepuluh, Sahri. Dia mengatakan akan meminta Komisi D yang membidangi masalah pendidikan agar memanggil semua pihak terkait. Agar pokok permasalah bisa diketahui dan dicarikan jalan keluar. 

“Jangan sampai masalah berlarut dan mengorbankan siswa,” tandasnya.(*)

Penulis: Heriyanto Ahmad

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia