Skuad Baru PMU Menjanjikan

797 views
Eduard Valuta, Pemain Asing Yang Menjadi Tandem Fachruddin di Lini Belakang PMU.png (foto PT Liga Indonesia)

Eduard Valuta, Pemain Asing Yang Menjadi Tandem Fachruddin di Lini Belakang PMU.png (foto PT Liga Indonesia)

 
Rekrutan Pemain Baru Tampil Maksimal | Oleh Mamad el Shaarawy
maduracorner.com, Bangkalan – Kehadiran sejumlah muka baru dalam skuad Persepam Madura United (PMU) memberi gairah baru bagi tim besutan coach Arcan Iurie tersebut. Diego Fretes, Eduard Valuta dan M Isnaini tampil apik dalam laga perdana mereka bersama Fachruddin dkk saat menjamu Persiba Balikpapan sabtu lalu (17/5). Penampilan mereka pun menuai pujian.

Jika Fretes dan Valuta dimainkan hampir sepanjang pertandingan, M Isnaini hanya diturunkan babak I. Sementara 1 pemain baru lainnya yakni Irfan Mofu baru masuk ke lapangan 15 menit terakhir laga menggantikan posisi Silvio Escobar.

Aksi Diego Fretes di lini tengah-lah yang menuai banyak pujian. Ia menjadi jenderal lapangan tengah berpasangan dengan Slamet Nurcahyo. Hebatnya lagi, Fretes dan SNC 10 langsung tune in meski ini merupakan laga resmi pertama keduanya dipasangkan oleh Arcan Iurie.
Pergerakan Fretes cukup lincah, meski ia memiliki postur badan yang kurang ideal karena agak ‘subur’.  Namun keeping bolanya cukup bagus apalagi saat melakukan dribbling bola melewati pemain lawan. Ia pun kerap sukses mematahkan aliran bola lawan yang melewati daerah tengah. Hal yang sama juga dilakukan SNC 10.

Jika dilihat, Fretes dan SNC 10 memiliki tipikal yang sama. Namun ternyata itu malah bagus. Keduanya terlihat saling melengkapi baik saat melakukan bertahan maupun menyerang. Kinerja kedunya juga makin apik karena ditunjang pergerakan maksimal yang dilakukan Rossy Noprihanis dan Busari.

Gaya permainan yang diproses dan bersumber dari lini tengah ini, menjadi pembeda antara skema permainan PMU sebelum dan sesudah rekrutmen pemain baru mereka. Fretes dan SNC10 kini menjadi sumber kreatifitas tim. Mereka kerap memberikan umpan-umpan matang terhadap Silvio Escobar sebagai striker ataupun kepada Busari maupun Rossy di posisi gelandang sayap PMU.
Umpan-umpan mereka pun kerap menciptakan peluang matang di depan gawang lawan. Jika dilakukan di garis tengah lapangan, umpan tersebut membuat Escobar, Busari ataupun Rossy sering lolos jebakan offside. Apalagi, ketiga pemain ini memiliki kecepatan bagus saat menggiring bola.
Andai kita cermat melihat permianan PMU saat putaran I dan II, tentu kita akan bisa melihat perbedaannya. Utamanya kreativitas baru yang dilakukan lini tengah. Kedatangan Fretes ibarat missing link yang selama ini tidak ada di lini vital tersebut.

Sementara penampilan Valuta di posisi centreback juga bagus. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Abu Bakar Sillah di jantung pertahanan PMU. Sebagai pemain bertahan, ia pintar membaca arah serangan lawan. Ditambah lagi posturnya yang cukup tinggi membuat Valuta bisa diandalkan saat duel-duel udara dengan pemain lawan.

Satu-satunya kelemahan Valuta terletak pada kecepatannya. Maklum, umur pemain asal Eropa Timur ini memang sudah berkepala 3. Maka untuk mengatasi ini, dia cukup pintar saat melakukan marking terhadap pemain depan lawan sebelum mereka mengajaknya adu sprint. Namun untuk urusan kelemahan Valuta tersebut, Fachruddin yang menjadi teman duetnya sangat bisa diandalkan.

Hanya Valuta dan Fretes yang cukup bisa dinilai dalam 2 laga terakhir PMU. Sementara pemain baru Laskar Sapeh Kerap hasil rekrutmen di jeda putara I ini, belum maksimal. Diantaranya Isnaini dan Irfan Mofu. Kedua pemain ini belum bisa menunjukkan kemampuannya disebabkan coach Arcan Iurie belum memberikan kepercayaan untuk tampil penuh.

Kini publik sepakbola Madura berharap, skuad baru dan skema permainan anak asuh Arcan Iurie ini bisa konsisten dengan terus bermain bagus serta mendulang poin demi poin. Semoga! (mad)

Email Autoresponder indonesia