Soal Video beredar di Facebook, Begini Tanggapan Kadinkes Bangkalan

Bangkalan, Maduracorner.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, mengklarifikasi soal video pelayanan kesehatan puskesmas kamal yang dianggap kurang baik. Dinkes memastikan pelayanan puskesmas di bangkalan berjalan maksimal.

Video yang berdurasi 3 menit lebih itu diunggah oleh akun Facebook bernama Rivaa Riski dan sempat viral. Jumat (12/6) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo menyampaikan, bahwa seluruh Puskesmas sudah memberi pelayanan maksimal kepada pasien. “Tidak terkecuali di Puskesmas Kamal,”ujarnya.

Menurutnya, video yang diunggah keluarga pasien cenderung mendiskreditkan pelayanan Puskesmas Kamal. Pasalnya, selama ini pelayanan kepada pasien telah sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Bahkan belum ada keluhan berarti dari masyarakat.

“Jangan sampai satu unggahan video yang tidak disertai klarifikasi, langsung divonis negatif. Semestinya kalau menilai sesuatu, harus dilihat secara utuh,” tegas Sudiyo melalui keterangan tertulisnya. Selasa (16/6/2020).

Karena itu, kata Sudiyo, perlu untuk memberi klarifikasi terhadap unggahan video dari keluarga pasien yang kejadiannya Jumat (12/06/2020) sekitar 07.27 hingga 08.00 WIB.

“Kronologisnya diawali sekitar 07.27 WIB keluarga pasien datang ke Puskesmas Kamal melalui pintu depan menuju tempat pendaftaran, tetapi tidak segera mendaftar karena keluarga pasien bertemu dengan salahsatu familInya yang sedang mendapat pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD),”kata dia.

Selain itu, lanjutnya, Keluarga pasien sempat keluar dari puskemas. Namun, keluarga pasien kembali lagi bersama pasien melalui pintu depan dan berjalan menuju UGD, sedangkan keluarga pasien diarahkan mendaftar ke loket, tetapi si pasien menunggu di ruang tunggu Poli Gigi.

“Kala itu, petugas UGD mendatangi pasien untuk masuk ke UGD untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas (anamnesis, pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik) sekitar lima menit,”ungkapnya.

Kesimpulan sementara keluarga pasien diminta mendaftar ke loket tetapi kembali lagi ke UGD dengan alasan petugas loket penfadtaran tidak ada di tempat.

“Terus, keluarga pasien kembali ke loket dan menekan bel sebanyak dua kali hingga petugas loket keluar dari ruangan,”imbuhnya.

Mantan Kepala Puskesmas Blega tersebut menambahkan, setelah dilakukan proses pendaftaran, petugas loket mengantar status pasien ke UGD dan keluarga pasien diberi penjelasan oleh salah satu petugas di UGD.

“Tetapi, akhirnya keluarga pasien menolak dirawat inap di
Puskesmas Kamal sebagaimana tertera di inform consent. Hingga akhirnya keluarga pasien beserta pasien keluar dari puskesmas Kamal,”pungkasnya. (Ris).

Email Autoresponder indonesia