Sosok Difabel Inspiratif, Penuhi Kebutuhan Hidup dengan Melukis

Misnaya sedang melukis di atas kain kanvas. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Ketidaksempurnaan fisik bukan menjadi halangan untuk melahirkan sebuah karya yang sangat inspiratif. Seperti yang dicontohkan salah seorang difabel, Misnaya (36), warga Desa/Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Meski terlahir dengan keterbatasan fisik, tapi dia mampu membuktikan dan mengubah segala kekurangannya menjadi sebuah kelebihan. Melukis adalah profesi yang digeluti saat ini. Karya lukisannya, diminati banyak kalangan.

Misnaya mulai melukis sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Baginya, melukis bukan sekadar hobi namun juga sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Melukis merupakan sumber pendapatan saya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya,Kamis (10/1/2019).

Ia begitu mahir menggoreskan kuas di atas kain kanvas untuk menggambar karakter yang diinginkan. Sehari, bapak satu ini mampu menghasilkan satu karya lukisan menarik meski kondisi tangannya tidak sempurna.

“Saya juga menerima pesanan melukis foto, melukis tembok, taman, dan juga melukis tembok sekolah,” katanya.

Misnaya mengaku tidak pernah menyesal dengan segala keterbatasnnya. Justru, ia ingin menunjukkan kaum difabel bisa berprestasi laiknya orang normal. Membuahkan hasil karya seni yang indah, adalah jawaban terhadap ketidaksempurnaan.

“Harga satu lukisan mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu rupiah,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa