Sosok Inspiratif, RKH. Fuad Amin Di Mata Keluarga Dianggap Sebagai Guru

Maduracorner.com, Bangkalan, Keluarga besar RKH. Fuad Amin juga ikut serta mengahantarkan Kiyai Fuad ke tempat peristirahatan terakhirnya di pemakaman Pesarean Martajesah, Selasa, (17/9/2019).

Sebelum dikebumikan, Kiyai Fuad terlebih dahulu di sholatkan di Masjid Agung Bangkalan. Setelah di sholatkan, lautan manusia mengiringi jenazah Kiyai Fuad ke pemakamannya ke pesarean Martajesah.

Sesampainya di Masjid Martajesah, lautan manusia kembali menyambut jenazah Kiyai Fuad dengan untaian dzikir. Kemudian kembali di sholatkan oleh para ulama dan para pentakziyah.

Sholat jenazah di Masjid Syaikhona di pimpin langsung oleh ketua PW NU Jatim KH. Marzuki Mustamar.

Ra Imron Amin adik kandung Kiyai Fuad mewakili seluruh keluarga dan Almarhum mengungkapkan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat karna telah menghantarkan kakandanya dari kediaman hingga sampai kepemakaman.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih tiada batasnya atas keikhlasan serta doa – doa yang diberikan kepada kekanda atau orang tua kami tercinta,” ujarnya, Selasa, (17/9).

Anggota DPR RI itu juga menambahkan,
Paling utama yang sangat kami kenang dari beliau (Kiyai Fuad Amin), beliau selain kakanda kami tercinta, beliau juga menjadi orang tua dari kami semua.

“Dan beliau (Kiyai Fuad) juga guru bagi kami karna beliau banyak mengajarkan hal – hal yang bermanfaat, terutama untuk membantu masyarakat Kabupaten Bangkalan,” terangnya.

Ra Ibong sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa, Beliau (Kiyai Fuad) juga pernah berpesan agar selalu bisa berbagi dengan siapapun dan ketika menolong jangan pernah meminta pamrih atau memilih – milih dan tetaplah membantu satu sama lain.

“Itu yang sangat kami ingat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu mengantar jenazah dari kediaman lalu kemasjid jami’ dan sampai ke Martajezah

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih tiada batasnya atas keikhlasan serta doa – doa yang diberikan kepada kekanda atau orang tua kami tercinta,” pungkasnya (tkn).