Sosok Walikota Blitar Asli Putra Madura

5921 views
Walikota Blitar M. Samanhudi Anwar bersama Ketua Kosti Bangkalan Drs. Fathur Rahman Said

Walikota Blitar M. Samanhudi Anwar bersama Ketua Kosti Bangkalan Drs. Fathur Rahman Said

Menolak penutupan Dolly | oleh: Nur Sofia

Maduracorner.com, Sampang – Sederhana, kata itu yang pantas disematkan terhadap Walikota Blitar M. Samanhudi Anwar, yang terlahir sebagai putra asli madura tepatnya dari Desa Alas Raje Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Saat ditemui MC di sela-sela pelantikan Komunitas Sepeda Kuno Indonesia (Kosti) Bangkalan dan Sampang di GOR Sampang, Samanhudi hanya mengenakan kaos oblong warna putih dipadukan dengan celana pendek, jauh dari kesan mewah layaknya pejabat nomer satu.

Walikota Blitar bersama istrinya terkenal sebagai Raja Sawer

Walikota Blitar bersama istrinya terkenal sebagai Raja Sawer

” Keluarga saya itu lahir di Desa Alas Raje Blega, kakek nenek dan bapak saya semua lahir disana, setiap setahun sekali saya pasti pulang ke Desa Alas Raje karena itu rumah nenek moyang saya ” tutur Samanhudi yang didampingi oleh Ketua Kosti Bangkalan Drs. Fathur Rahman Said SH.

Festival Sepeda Onthel di Kota Blitar

Festival Sepeda Onthel di Kota Blitar

Sebelum menjabat sebagai Walikota Blitar, Samanhudi mengawali karier politik bersama partai PDIP dan tercatat pernah menjabat anggota DPRD Kota Blitar sejak tahun 1999 hingga tahun 2014 sebagai anggota DPRD satu periode dan Sebagai Ketua DPRD dua periode. Meski berpolitik lewat partai PDIP namun samanhudi mengaku darah NU masih mengalir dalam dirinya, sebab memang dirinya lahir dari keluarga NU dan santri.

” Orang tua saya Ketua Tansfid NU di Blitar dan dulu orang tua saya mondok di Pesantren Kedungdung Modung Bangkalan. Saya berjuang lewat PDI Perjuangan karena mayoritas warga Kota Blitar merah semua namun yang penting tidak meninggalkan ke NU-annya ” kata Samanhudi.

Walikota Blitar ini terbilang gigih dalam perjuangannya mensejahterakan warga Kota Blitar, selain menggratiskan biaya berobat di rumah sakit, Walikota Samanhudi juga menggratiskan secara total biaya sekolah bagi warga Kota Blitar, mulai dari seragam dan peralatan sekolah. ” Saya punya program sekolah gratis total mungkin satu-satunya di Jawa Timur yang mengalokasikan dana APBD untuk pendidikan 46 persen di Kota Blitar. Jadi disana anak – anak sekolah mulai SD sampai SLTA cuma tinggal beli celana dalam saja karena mulai dari sepatu, kaos kaki, seragam, tas hingga SPP dan uang gedung semua saya gratiskan termasuk bus yang mengangkut siswa ” terang Samanhudi.

Selain mempunyai kebijakan menggratiskan biaya kesehatan dan pendidikan, Samanhudi juga termasuk Walikota kontrofersial yang tidak setuju dengan penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, karena menurut Samanhudi kebijakan penutupan lokalisasi Dolly tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

” Saya pernah ngomong, saya Kepala Daerah yang tidak setuju dengan penutupan Dolly ini tidak akan menyelesaikan masalah. Setiap dua bulan sekali kalau melakukan kunjungan kerja tempat pertama yang saya datangi tempat pelacuran, bukan untuk melakukan hal negatif tapi melakukan yang terbaik dengan mencari warga saya yang menjual harga diri ditempat pelacuran untuk saya bawa pulang di beri pelatihan dan modal itu cara yang terbaik. Hal itu juga untuk menangkal penyebaran virus HIV agar tidak menyebar kemana-mana,” Pungkas Samanhudi. (fia/)

 

10482243_790410694322603_6949032310373238664_n