SPBU Masih Keluhkan Terlambatnya Kiriman Pasokan BBM

1131 views

Bangkalan, maduracorner.com,   – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih dirasakan sebagian masyarakat di Madura. Hal ini dikarenakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak mampu menjamin ketersediaan BBM alias kosong. Kondisi tersebut terlihat di SPBU 5469109 Sepulu, Bangkalan.

SPBU yang memiliki kapasitas 60 KL untuk masing-masing premium dan solar ini mengakui, pihaknya kesulitan memenuhi kebutuhan BBM masyarakat setempat sejak 1 bulan terakhir. Bahkan saat pemerintah sudah mencabut untuk pembatasan BBM ke semua SPBU, kondisi nyaris tetap tidak berubah.
 
Lismiyati, pengawas SPBU menuturkan, pembatasan tersebut masih dirasakan sampai sekarang. ““Dari berita-berita di media yang saya tahu, katanya pemerintah sudah mencabut pembatasan pengiriman ke SPBU. Tapi kenyataannya tetap saja (ada pembatasan)”,tuturnya.
 
Ia mencontohkan, saat ini SPBU Sepulu hanya mendapat pasokan 16 kiloliter BBM. Padahal dia meminta supply 24 kiloliter. “Itu pun masih dibagi, yakni 16 kiloliter untuk premium dan sisanya (8 kiloliter) untuk solar”,tuturnya kepada maduracorner.com, sabtu (6/5/2014) siang.

Bukan hanya masih ada pembatasan pasokan yang dikirim pihak depo Pertamina saja, namun keterlambatan pengiriman juga sangat dirasakan. Kondisi pasokan yang sering telat ini sudah berlangsung 2 minggu terakhir. “Sering terlambat 2 – 3 hari, mas”,cetusnya.

Pembatasan dan keterlambatan pasokan BBM ini menurut Lismiyati sangat mengganggu pihak SPBU dan masyarakat setempat. Bahkan ia mengaku mengalami penurunan omset hingga 50% dari sebelumnya. “Kami tentu merasa dirugikan. Harusnya uang bisa kami putar 2 kali untuk membeli dan menjual BBM, kali ini hanya bisa 1 kali saja. Itu juga kita menghitung perputaran omset minimal saja”,terangnya.

Pihak SPBU Sepulu sendiri sudah pernah menanyakan langsung ke Sales Region (SR) yang melayani pasokan BBM untuk wilayah Madura. Namun ternyata jawaban pihak SR sangat tidak memuaskan dirinya. “Alasannya karena ada kesalahan sistem dan kiriman yang padat ke SPBU lain. Tapi SPBU lain kok lancar. Sementara untuk SPBU kami tetap tersendat”,ujar Lismiyati lagi.
 
“Tentu kami merasa diperlakukan tidak adil. Padahal SPBU Sepulu ini melayani masyarakat di wilayah pantai utara Madura antara Bangkalan dan Sampang”,tambahnya.
 
Yang lebih ironis lagi, Lismiyati sering mendapat tudingan tidak enak dari warga atau masyarakat setempat karena dituding sengaja menimbun BBM di SPBU-nya. “Pasokan dibatasi dan sering telat. Karena SPBU sering kosong itulah, kami sering dicerca pertanyaan oleh masyarakat. Ini membuat kami merasa tidak enak ke konsumen. Padahal kesalahan bukan pada kami”,keluhnya.
 
Lismiyati pun sangat berharap, agar pemerintah bisa segara mengatasi persoalan BBM ini secepatnya. Serta mampu memberikan jaminan kelancaran pasokan BBM. “Lancar seperti dulu lagi. Kiriman tidak dibatasi dan pasokan tidak terlambat”,pungkasnya. (mad)
 
Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia