Subhanallah! Ini yang Dipegang Ra Lilur ketika Wafat

4187 views

BANGKALAN, MADURACORNER.COM-Wafatnya KH Kholilurahman masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ulama kharismatik yang akrab disapa Ra Lilur ini menghembuskan nafas terakhirnya di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Selasa 10 April 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

Ra Lilur yang dikenal sebagai ulama zuhud dan sederhana itu, dikebumikan di samping makam kakek buyutnya Syaichona Mohammad Kholil di Desa Martajasah. Puluhan ribu masyarakat tak kuasa menahan tangis ketika mengiringi jenazah kiai jadzab tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Moh Cholil Demangan Bangkalan, KH Nasih Aschal menuturkan, Ra Lilur wafat di usia ke 83. Wafatnya Ra Lilur persis dengan KH Abdullah Schall. Kedua kiai yang sangat disegani itu sama-sama wafat pada Selasa malam.

“Ra Lilur wafat dalam keadaan memegang tasbih. Beliau adik bungsu almarhum abah saya KH Abdullah Schall,” ucap Ra Nasih sapaan akrabnya.

Menurutnya, santri yang menemani Ra Lilur melihat kelagat yang tidak seperti biasanya. Bahkan, santri yang bersangkutan dibuat terkejut ketika kiai yang sering berkholwat di tempat-tempat yang jauh dari hiruk-pikuk duniawi itu,mempertanyakan hari wafatnya KH Abdullah Schall.

“Siang hari Ra Lilur juga meminta ganti baju. Santri yang menemani itu heran dan bertanya mau kemana. Tapi tidak dijawab oleh beliau,” imbuhnya.

Puncaknya lanjut Ra Nasih, selepas shalat isyak sekitar pukul 20.00 WIB, Ra Lilur mengatakan kepada santrinya ingin beristirahat di dalam kamar. Kemudian, santrinya diminta menutup seluruh tirai yang terpasang sebagai penutup lincak kayu yang selama ini dijadikan tempat peristirahatan.

“Tidak biasanya beliau minta ditemani santri ketika mau istirahat. Ketika sakaratul maut, santri itu yang melihat nafas beliau seperti tertarik selama dua kali,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia