Sumenep Alami Deflasi

672 views

image

Sumenep, maduracorner.com-Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur,  pada bulan pebruari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,56 persen. Termasuk Jawa timur juga mengalami deflasi sebesar 0,52 persen, dan juga Nasional sebesar 0,36 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno menjelaskan, bahwa penyebab diflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran.

“Yaitu kelompok bahan makanan, sebesar 1, 52 persen, kelommpok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen, kelompok transpor, komonikasi dan jasa keuangan sebesar 1,99 persen,” ungkapnya,

“Kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya harga indeks, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,75 persen, kelompok sandang sebesar 0,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen,” tambahnya.

Lebih lanjut Suparno menjelaskan, komoditas yang juga ikut andil terbesar terjadinya deflasi adalah, bensin, cabai mirah, cabai rawet, telur ayam ras, jeruk, angkutan antar kota, bawang mirah, udang basah, angkutan dalam kota, daun bawang, wartel dan daging sapi.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah beras, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, pasir, cumi-cumi, emas perhiasan, pepaya, ketimun, upah pembantu rumah tangga, gula pasir, kacang hijau dan batu mata/batu tela,” terangnya.

Jadi menurut Suparno tingkat inflasi tahun kelender sumenep bulan pebruari 2014 sebesar 0,84 persen, jawa timur sebesar 0,32 persen, dan nasional sebesar 0,61 persen.

“Tingkat inflasi tahun ke tahun (pebruari 2015 terhadap pebruari 2014) sumenep sebesar 5,51 persen, jatim sebesar 6,00 persen dan nasional sebesar 6,29 persen,” tuturnya. 
                                                   Penulis : Ari.                                                   Editor : Gebril

Email Autoresponder indonesia