Tagih Kasus Korupsi, Sejumlah Aktivis Ngluruk Kejari

565 views

 

Sejumlah aktivis ngluruk kejari. foto: teguh/mc.com

Sejumlah aktivis ngluruk kejari. foto: teguh/mc.com

Kasus Dugaan Korupsi SMA Batuan Ngendap Sejak 2008  | oleh : teguh

Maduracorner.com, Sumenep – Sedikitnya 10 aktivis yang tergabung dalam Lingkar study pemuda madura (Laksamuda) Sumenep, menggelar aksi demo di depan Kejaksaan Negeri (Kejari). Mereka menuntut penuntasan beberapa kasus korupsi yang hingga saat ini masih belum ada kejelasannya.

Selain berorasi para aktivis dalam aksinya juga membakar keranda mayat didepan kantor kejari, sebagai simbol matinya supremasi hukum di Sumenep.

“Kami sengaja membawa keranda dan membakarnya disini, sebagai bukti bahwa penegak hukum di Sumenep selama ini mandul dan ompong, omong kosong, bullshit,” kata Korlap aksi, Khoirul Umam, Senin (17/3).

Mereka menduga, lambannya penanganan sejumlah kasus korupsi ditengara ada konspirasi antara Jaksa dengan pejabat maupun masyarakat yang tersandung kasus korupsi. Contohnya kasus SMA Batuan  yang bergulir sejak 2008 lalu, namun hingga saat ini belum jelas penyelesaiannya bahkan dari 21 orang saksi yang diperiksa kejari, belum satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Seharusnya, masih menurut korlap aksi, kasus SMA Batuan sudah ada tersangkanya. Karena dalam masalah tersbut sudah  jelas markup anggarannya. Dari nilai NJOP sebesar Rp 50 ribu permeter, oleh panitia anggarannya dinaikkan menjadi Rp 75 ribu permeter.

“ Masak dari 21 saksi yang diperiksa belum satupun ada tersangkanya ?, ini kan lucu jangan-jangan memang ada main antara kejari dengan pejabat yang tersangkut hukum, atau jangan-jangan memang jaksanya yang letoy, loyo, untuk mengungkap kasus tersebut,” sindirnya.

Menanggapi tudingan itu, Kasi Pidsus Kejari Sumenep, Sugiyanto membantah mem-petieskan semua kasus korupsi. Menurutnya,hingga saat ini sejumlah kasus korupsi masih dalam proses. Dan untuk menentukan siapa yang akan dijadikan tersangkan dalam kasus tersebut, kejari masih perlu waktu dan bukti-bukti yang cukup.

“Tidak bisa kejari serta merta menetapkan tersangka dalam sebuah kasus, perlu pembuktian dan bukti yang kuat dalam menetapkan tersangka. Hingga kini. semua masih dalam proses pengumpulan data-data,” jelas Sugiyanto.(tgh/krs)

 

Email Autoresponder indonesia