Tahun 2018, Penderita Kusta di Pamekasan Meningkat

435 views

Ilustrasi. (FOTO: Google)

PAMEKASAN, MADURACORNER.COM- Penderita penyakit kusta di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencapai 368 orang di tahun 2018. Jumlah ini, meningkat tajam dibandingkan tahun 2017 yang hanya 237 orang.

Peningkatan angka penderita kusta selama dua tahun terakhir tersebut, berdasarkan data yang dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan.

“Dinkes Pamekasan seperti mandul dalam kinerjanya. Bukannya menurun, malah tiap tahunnya penderita kusta justru semakin bertambah,” sesal anggota DPRD Pamekasan, Samsuri, dikutip dari TIMES Madura.com, Selasa (12/2/2019).

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan ini menilai, Dinkes kurang serius dalam menekan angka penderita kusta. Padahal, program eliminasi kusta (Pelita) sudah pernah dicanangkan sejak dua tahun lalu.

“Seharusnya dengan adanya Pelita, Dinkes Pamekasan bisa menuntaskan angka penderita kusta tersebut” ujarnya.

Maka dari itu, ia mendesak pihak Dinkes lebih maksimal dalam melakukan sosialisasi serta menangani para penderita kusta. Agar penderita kusta yang ada di Bumi Gerbang Salam ini bisa diatasi.

“Dinkes harus gencar, jangan mandul,” imbuh ketua Fraksi PKB itu.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pamekasan, Ali Maksum membantah tudingan yang disampaikan anggota Komisi IV DPRD Pamekasan tersebut. Pihaknya berdalih sudah berupaya maksimal untuk menekan angka penderita kusta.

“Kalau bertambahnya angka kusta itu karena proses pengobatannya belum selesai,” ujarnya.

Ali Maksum beralasan, jika program Pamekasan eliminasi kusta bukan untuk bebas kusta melainkan hanya untuk mengurangi angka penderita kusta. Sebab, penyakit kusta merupakan penyakit langka sehingga memerlukan waktu lama untuk dinyatakan sembuh.

“Masyarakat dibutuhkan turut berperan aktif dalam melaporkan penderita kusta,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak dinkes sudah sering melakukan sosialisasi melalui masing-masing Puskesmas yang tersebar di wilayah Pamekasan.

“Saya sudah sering melakukan sosialisasi. Jika ada penderita kusta laporkan ke kami biar langsung ditangani, bukan malah dikucilkan,” imbuh Sekretaris Dinkes Kabupaten Pamekasan ini. (*)

Sumber: TIMES Madura.com.

Editor: Riyan Mahesa