Tak Ada Bantuan Air Dari Pemkab Bangkalan, Warga Malah Dapat Dari Pihak Swasta

image

Warga Yang Menerima Dropping Air Bersih Dari Pihak Swasta

Bangkalan, maduracorner.com – Musim kemarau panjang membuat Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop mengalami krisis air bersih. Kekurangan air bersih semakin menyulitkan warga seiring tidak adanya bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Praktis di tengah situasi yang memprihatinkan ini, warga setempat banyak berharap bantuan pihak swasta yang menjadi relawan dalam penyaluran air bersih, dari pada mengharapkan bantuan dari pemkab yang cenderung tidak serius dalam menanggulangi bencana kekeringan.

“Sekalipun bantuan dari relawan (pihak swasta) tidak rutin, setidaknya ini menjadi angin segar bagi kami. Dari pada berharap yang tidak pasti dari pemerintah,”cetus Solu (35) warga Katol kepada maduracorner.com, selasa (22/9/2015).

Selama ini kata Solu, kebutuhan air warga dipenuhi dari Sumur Bringas. Sumber air ini merupakan satu-satunya sumur yang hingga saat ini masih mengalir di desa tersebut. Dan menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dalam sehari kami hanya dapat 2 ember ukuran 10 liter pak setiap  warga. Itupun kami harus nunggu lama di Sumur Bringas,” keluhnya.

Sementara itu, salah satu relawan dari Rumah Zakat, Jakfar menyatakan penyaluran bantuan air bersih sebagain bentuk keprihatinan terjadap nasib warga yang terdampak kekeringan.

“Kami dengar warga belum mendapat perhatian serius dari pemerintah, maka itu kami dropping air ke sini. Walaupun tak banyak semoga bisa meringankan beban,”terang Jakfar saat mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Katol Timur.

Selain dari Rumah Zakat, organisasi non pemerintah lain yang menyalurkan air bersih yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangkalan. Organisasi yang dipimpin Fathurrahman Said ini sudah melakukan dropping sebanyak 10 tanki ke 10 desa berbeda dalam 2 minggu terakhir. (her/mad)

Penulis: Donny Heryanto
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia