Tanam Tebu Rakyat Bangkalan 2013 Tak Penuhi Target

741 views

Baru Tercapai 500 Ha | Oleh : Aryan

 

 Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bangkalan, Budi Utomo-foto : Aryan/MC.com

Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bangkalan, Budi Utomo-foto : Aryan/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– Target tanam tebu rakyat program tahun 2013 di Kabupaten Bangkalan yang ditargetkan sebesar  2.500 hektar (Ha). Namun realisasinya hingga akhir bulan Desember 2013 baru mencapai 500 Ha. “Program tanam tebu rakyat 2013 yang ditetapkan sebanyak 2.500 Ha di Kabupaten Bangkalan ternyata belum mampu memenuhi target sebagaimana yang diharapkan dan baru terealisasi sebanyak 500 Ha. Sisa sebanyak 2.000 Ha akan digarap pada bulan April – Mei – juni 2014 nanti. Saat ini sudah mulai dilakukan pengukuran lahan yang bakal digarap,” ujar Kepala Dinas Perhutanan dan Perkebunan Bangkalan, Budi Utomo, Rabu (22/1).
Beberapa kendala tidak tercapainya target tanam tebu rakyat 2013 itu, kata Budi, disamping karena para petaninya baru belajar menanam tebu dan kurangnya sumber daya manusia (SDM). Hal lain yang tak kalah menentukan adalah faktor georafis wilayah Bangkalan yang kurang menguntungkan. Termasuk bantuan peralatan untuk operasional tanam tebu di Kabupaten Bangkalan cuma didukung 4 buah traktor serta  operator traktornya juga masih dalam taraf belajar dan baru di didik. Sehingga tidak bisa memenuhi target tanam tebu program tahun 2013 karena dalam seharinya hanya mampu menggarap lahan antara 0,7 – 1 Ha.

Tidak hanya itu kata Budi, pola tanam tebu rakyat  hanya bisa dilakukan pada saat musim kemarau saja dan dibagi dalam dua klasifikasi yakni pola tanam A dan B.
Pola tanam A waktunya hanya sampai Desember 2013, dan pola tanam B dari April dan Mei 2014.

“Itu sebabnya dalam waktu dekat ini kami akan mendirikan Asosiasi Petani tebu rakyat (APTR) Bangkalan sebagai wadah para petani tebu berkumpul, berembuk dalam mengatasi semua kesulitan yang dirasakan oleh petani tebu dilapangan.Juga cara menghitung
rendemen atau kadar gula yang dikandung tebu usai dipanen,” ungkapnya.

Sementara itu, Jenis bibit atau farietas tebu yang biasa ditanam petani antara lain, Pasuruan (PS) 864 dan 862. BL ( Bulu Lawang), Kijang Kencana dan yang sedang diuji coba PMC 7.616 Ditambahkan, farietas atau bibit tidak bisa menentukan sendiri, karena harus memakai bibit yang sudah berlebel dan bersertifikat. Sedangkan untuk pemasaran hasil dan harga tebu yang sudah dipatok pemerintah, sesuai MoU antara petani dan pabrik gula, tebu langsung dikirim ke Kerembung dan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. “Harga tebu sudah dipatok pemerintah dan mengikuti harga pasar,” pungkas Budi. (yan/shb)

Email Autoresponder indonesia