Tanggul Sungai Tunjung di Biarkan Jebol

408 views

Petani terancam Tak bisa Tanam     | Oleh : A.Shohib

 

tampak petani saat bergotongroyong-Foto : A.Shohib/MC.com

tampak petani saat bergotong royong-Foto : A.Shohib/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan – sudah hampir 5 bulan tanggul sungai di desa Burneh yang mengairi ribuan Hektar sawah tehnis atau sawah irigasi di tiga desa Burneh, Langkap dan desa Bilaporah kecamatan Socah dibiarkan jebol. Karen tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah para petani di desa tersebut terpaksa sumbangan untuk memperbaiki tanggul yang jebol itu secara swadaya. “Para Petani dimintai sumbangan Rp 25 ribu untuk memperbaiki tanggul yang jebol itu,” kata Muhaimin salah seorang petani di desa Burneh, Jumat (12/04).

Dijelaskan Muhaimin, hasil uang sumbangan yang dikoordinir oleh kelompom tani itu dibuat beli pedel, karung dan treppal untuk menutupi tanggul sungai yang jebol itu. “Tapi Setelah pintu air dibuka, tanggul yang terbuat dari pedel itu jebol lagi, akhirnya pintu air ditutup lagi,” kata Muhaimin.

Padahal imbuh Muhaimin, saat ini para petani sangat membutuhkan air untum tanam kedua. “Ya kalau tanggul sungai ngak diperbaiki petani yang airnya mengandalkan dari sungai itu ngak bisa tanam,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Rofii, menurtnya, setelah tanggul sungai rusak, para petani yang memiliki sawah di kawasan Cong Pote desa Langkap dan Laok Lenteng desa Burneh dan desa Bilaporah tidak bisa tanam untuk musim tanam kedua. “Kami sampai saat ini masih menunggu agar pemerintah secepatnya memperbaiki tanggul sungai yang rusak itu,” jelas  Rofii.

Dikatakan Rofii, karena petani sangat membutuhkan air untuk musim tanam kedua ini, maka para petani berusaha memperbaiki tanggul sungai yang jebol dengan cara menutupnya dengan karung dan treppal. “Meskipun sudah ditambal dengan karung yang disi pedel, ternyata masaih juga jebol dan air ngak bisa mengali ke sawah,” ujarnya.

Ketua LSM Korem, Sofyan Rasidi yang jug amemiliki sawah dikawasan tersebut mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke instansi terkait. “Saya sudah melapor, tapi hanya berjanji saja,” kata mantan anggota DPRD bangkalan ini.

Mantri tani (mantan) kecamatan Burneh, Subakri mengatakan, setiap ada rapat dengan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan, malasalh tanggul sungai yang jebol itu sudah dilaporkan. “Sudah tiga kali masalah ini kami laporkan mas,” kata Subakri.

Jebolnya tanggul sungai di desa Burneh itu menurut Subakri sangat menganggu kepada aktifitas pertanian yang memang sawahnya di sekitar itu merupakan sawah irigasi. “Kerusakan tanggul sungai ini, jelas sangat menganggu pak,” kata Subakri.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bangkalan, Taufan Zairinsyah dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengakatan, untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol di desa Burneh itu belum ada anggarannya. “Anggaran belum ada, Insya allah nanti akan dianggarakan melalui PAK,” kata Taufan Zairinsyah (min).