Tanpa AQ dan PT Pojur MU, Persepam Tak Lagi ‘Menarik’

1924 views

image

maduracorner.com, Bangkalan – Nasi sudah menjadi bubur. Begitulah kiranya kondisi yang terjadi pada Persepam Pamekasan. Selain dipastikan tak lagi dikelola PT Pojur Madura United serta bakal main di Divisi Utama musim 2015 mendatang, para pemain yang mengisi skuad Persepam saat ini kemungkinan besar akan hengkang. Utamanya para pemain yang berlabel bintang di tim berjuluk Laskar Ronggosukowati tersebut.

Saat mengarungi kompetisi ISL 2013 dan 2014, sejumlah pemain berlabel bintang atau mantan bintang Timnas Indonesia memang merapat ke Persepam. Mulai Zaenal Arif, M Fakhruddin hingga Slamet Nur Cahyo. Mereka mampu direkrut manajemen saat itu berkat lobby dan kerja keras pihak pengelola, yakni PT Pojur Madura United saat itu yang dikomandani Achsanul Qasasi.

Bahkan beberapa pemain yang tergabung dalam skuad ISL 2013, keukeuh ingin bertahan di Persepam karena keberadaan PT Pojur MU sebagai pengelola. Contohnya adalah Rossy Noprihanis dan Michael Orah. Keduanya diisukan sangat diminati oleh Sriwijaya FC menjelang kompetisi musim 2014 lalu, mereka akhirnya memilih bertahan di Persepam.

“Harus diakui, para pemain itu betah dan bersedia main di Madura karena keberadaan PT Pojur dan pak Achsanul Qasasi (AQ)”,ujar M Rofik, salah satu pengamat sepakbola Madura asal Bangkalan kepada maduracorner.com, kamis (16/10/2014) pagi.

Menurutnya, jaminan pembayaran kontrak dan gaji yang lancar tanpa tunggakan merupakan hal yang disukai para pemain. “Kondisi tersebut, membuat para pemain merasa tenang dengan karir mereka di Madura. Jadi meski klub ini tergolong klub kecil, toh nyatanya tidak ada persoalan financial. AQ dan manajemen tak pernah menunggak gaji pemain”,ungkap Rofik panjang lebar.

“Jika tanpa AQ dan PT Pojur, rasanya klub ini bakal kesulitan mencari pemain. Dengan kata lain, tidak menarik lagi”,tambahnya.

Lontaran M Rofik ini tampaknya mulai terbukti. Sejumlah pemain berniat hengkang usai menyelesaikan kontrak mereka per bulan November mendatang. Mereka bahkan sudah mulai menjalin komunikasi dengan klub ISL lainnya. Salah satu contohnya adalah M Fakhruddin. Centreback Timnas Indonesia tersebut mengaku, dirinya sudah mendapat ijin dari Achsanul Qasasi.

“Kami sudah mantap untuk melanjutkan komunikasi dengan klub lain yang sudah menghubungi kami secara pribadi. Itu juga sudah kami sampaikan ke pak AQ”,tegas pemain jangkung yang akrab dengan nomer punggung 26 tersebut.

Bahkan, sejak sebulan lalu Rossy Noprihanis ke sejumlah media lokal Madura secara terang-terangan akan hengkang dari Madura jika tanpa keberadaan PT Pojur dan AQ. “Saya pernah berjanji ke Pak Achsanul, selama Madura membutuhkan tenaga saya maka saya siap selalu memperpanjang kontrak disini. Tapi jika beliau berhenti jadi manager klub, maka saya akan tinggalkan Madura. Tim ini sehat secara financial, termasuk gaji kami lancar. Maka tentu saya harus katakan, beliaulah manager klub terbaik yang pernah saya temui”,kata Rossy saat itu.

Bukan hanya persoalan pemain, ‘perceraian’ PT Pojur MU dan klub Persepam membawa dampak lain. Salah satunya persoalan branding yang tak bisa dipakai lagi oleh klub ini. Semisal contoh penamaan Madura United yang melekat pada PT Pojur. Sehingga nantinya nama klub akan kembali ke nama asal, Persepam Pamekasan.

Tentu saja, hilangnya nama Madura pada klub ini secara otomatis akan menghilangkan sebagian besar pendukung mereka. Karena selama ini, dengan menyandang embel-embel ‘Madura United’, orang Madura dari 3 kabupaten lain (Bangkalan, Sampang dan Sumenep) turut men-support klub tersebut. Bukan hanya warga Pamekasan.

“Gantung syal buat klub tersebut. Saya orang Sampang, dulunya mendukung karena membawa nama Madura. Sekarang sudah tidak lagi. La bik-abik klub jeriyah. Lok rok-noroah pole sateyah. Mon padhe is-egoisen, yeh ayok lok pa-apah”,ucap Akbar, pentolan K-Conk Bandhel Pantura yang berbasis di Pantai Utara Madura, Banyuates, Sampang tersebut.
Penulis: Mamad el Shaarawy

Posted from WordPress for Android

Email Autoresponder indonesia