Tapak Tilas ke Gua Jeruk

1280 views
Pintu masuk gua Jeruk

Pintu masuk gua Jeruk

Bangkalan, Maduracorner.com – Ketika pantai Lombang dan pantai Selopeng Sumenep tidak sepopuler sekarang ini, setiap pada saat tiba hari raya (tellasan) ketupat, yaitu tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Sumenep berbondong-bondong berjalan kaki menuju ke tempat wisata Gua Jeruk.

Memang lokasi gua Jeruk pada saat itu (tahun 70 – 90 an) tidak dapat dilalui dengan transportasi kendaraan (sekarang telah dibangun jalan menuju gua, sebagai jalan akses masyarakat setempat menuju kota).

Jarak dari kota menuju gua Jeruk sebenarnya tidak begitu jauh, kurang lebih 2 – 3 km, namun lantaran route jalan harus naik turun bukit dengan medan bebatuan yang terjal, yaitu ke arah barat daya dan termasuk wilayah Desa Kebunagung, Kota Sumenep, perjanan tersebut cukup melelahkan.

Tapi justru dalam perjalanan itu menjadi menarik, dan uniknya masyarakat lokal biasanya dalam perjalanan wisata ke Gua Jeruk, selalu berbekal ketupat lengkap dengan lauk pauk dan tentu untuk disantap di sekitar gua.

Menurut kisah, Gua Jeruk adalah sebagai tempat pertapaan Sultan Abudurrahman Pakunataningrat I (Kanjeng R. Tumenggung Abdurrahaman), yaitu Adipati Sumenep pada tahun 1811-1854 M. Setelah pemerintahan Sumenep dipimpin Panembahan Sumolo (Kanjeng R. Tumenggung Ario Natakusuma). Sultan Abdurrahman adalah satu-satunya Adipati Sumenep yang sangat cerdik cendekia dalam mengelola dan mengendalikan pemerintahan pada zamannya.

Beliau pernah bertugas keluar Madura untuk membasmi pemberontakan seperti; di Japan, Cirbon, Bali, Sulawesi pada tahun 1811-1916.

Pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman seluruh rakyat Sumenep merasa aman dan damai, tentram dan roda perekonomian sangat lancar. Sehingga beliau mendapat tempat di hati rakyatnya, setiap masyarakat segan, hormat dan mencintai sang sultan.

Namun disayangkan, tempat wisata gua itu, kini tidak lagi menjadi tumpuan masyarakat, lantaran pilihan tempat wisata yang lebih representatif seperti Lombang dan Salopeng, wisata Gua Jeruk tidak lagi menjadi pilihan.

Sebenarnya berwisata di Gua Jeruk cukup unik dan mengesankan, selain sebagai tapak tilas kesejarahan. Dalam perjalanan menuju ke arah tempat tersebut akan memberi kesan tersendiri, jkarena setiba di lokasi tersebut suasana terasa damai, tentram, segar, selain berdampingan dengan sungai Kebunagung dan dapat juga bermandi ria di sungai.

Namun tempat gua tersendiri, terpisah dari sisir sungai, untuk menuju lokasi harus sedikit berjalan kaki mendaki bukit (sebenarnya gundukan), melalui jalan setapak. Nah ketika memasuki rongga gua akan tampak stalaktit yang menajam seperti taring dari langit-langit gua. Bukan hanya itu, dari celah-celah stalaktit itulah menetes air benang dan segar.

Apakah sekarang Gua Jeruk tinggal nama?. Tergantung pemerintah setempat mampu mengelolanya, agar gua bersejarah itu, dapat dihidupkan kembali sebagaimana awal masyarakat mengelukannya.
Tulisan diatas menyalin dari : Lontarmadura.com

By : Jiddan

Email Autoresponder indonesia