Tas Dan Dompet Rajut Karya WB Rutan Bangkalan Dijual Secara Online

Sejumlah perempuan warga binaan di rumah tahanan kelas IIB Bangkalan membuat keterampilan berupa tas dan dompet.

BANGKALAN, maduracorner.com, – Sejumlah perempuan warga binaan di rumah tahanan kelas IIB Bangkalan membuat keterampilan berupa tas dan dompet. Hasil kerajinan warga binaan tersebut memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, bahkan hasil produksi tangan kreatif ini dijual belikan di pasar baik secara online maupun langsung.

Salah seorang Petugas Wanita Rutan Klas IIB Bangkalan, Nuke Triana mengutarakan, “Hasil karya kreatifitas mereka berupa rajutan, mereka bawa keluar untuk keluarganya sendiri, sebagian mereka jual juga, hasil dari jualannya mereka pergunakan untuk membiayai kebutuhan mereka sendiri selama disini.” Tuturnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Nuke, Jualan dari warga binaan tersebut bahkan ada yang bisa untuk mengirim kepada keluarganya.

“Selain mereka gunakan untuk mereka sendiri di dalam, bahkan dari jualannya ini bahkan ada yang bisa untuk mengirim ke keluarganya, memenuhi kebutuhan keluarganya di luar dari hasil karya rajutannya ini.” Jelas Nuke.

Harga Tas Rajutan hasil kerajinan wb, berkisar Rp 80.000,- dan untuk Rajutan berbentuk dompet berkisar Rp 30.000,-

“Kami juga memfasilitasi bisa memesan secara online juga melalui Website Rutan Bangkalan karena kita sudah bisa menjual sesuai dengan pesanan dari teman-teman yang diluar.” Pungkasnya

Tas dan dompet yang terbuat dari ketrampilan merajut benang, sengaja diberikan ruang oleh petugas rumah tahanan ( rutan ) guna mengisi waktu para warga Binaan selama menjalani masa tahanan. Namun siapa sangka, hasil kreatif warga binaan bisa menghidupi kebutuhan di dalam tahanan bahkan pula dapat membantu keluarga di kampung halaman, seperti diutarakan oleh salah seorang wb, Kiki Karmila pada Rabu (15/06/2022).

“Iya, ini diajarin oleh petugas rutan, untuk mengisi waktu luang kita sebagai napi di dalam, supaya waktu kita tak terasa bahwa kita itu lagi didalam. Terus, hasilnya kita pakai buat kebutuhan kita sehari-hari, terus ada sebagian yang kita keluarin (berikan) buat anak yang ada dirumah.” Tutur Kiki polos. (54n)

Pos terkait