Tegas, Bupati Sampang; Syiar Agama Islam di Sampang Tak Akan Dibatasi

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi menyerahkan bantuan pada acara pengukuhkan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Periode 2021-2026 dan PD-BKMM Kabupaten Sampang

Sampang, Maduracorner.com, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala di Kabupaten Sampang tetap melaksanakan adzan seperti biasa. 

Bacaan Lainnya

“Kami juga mengeluarkan surat edaran tentang adzan toa masjid, bahwa khusus Kabupaten Sampang berlaku seperti biasa pada umumnya, ” Tegas Bupati Sampang pada acara pengukuhkan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD-DMI) Periode 2021-2026 dan PD-BKMM Kabupaten Sampang di Pendapa Trunojoyo pada Kamis (10/3/2022).¬†

Menurutnya aturan tersebut kurang sesuai dengan kultur masyarakat Sampang, sehingga hal tersebut tidak diberlakukan di Kabupaten Sampang. 

“Mengingat kultur dan kearifan kita, silahkan daerah lain berlakukan, tapi hal ini tidak akan terjadi di kabupaten Sampang,” tandasnya. 

Aba Idi mendukung syi’ar islam di Kabupaten Sampang agar tetap hidup namun dengan tetap menjunjung toleransi sesuai dengan kultur di Kabupaten Sampang. 

“Syiar islam harus selalu digalakkan sehingga Sampang menjadi Kabupaten yang agamis namun tetap menghargai agama lain,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PD DMI Kabupaten Sampang KH. A. Nashir Sayuti menyampaikan dalam sambutannya bahwa kedepan di kepemimpinannya akan melakukan pembaharuan melalui sejumlah kiat penajaman organisasi.

“DMI di Kabupaten Sampang kedepannya harus melakukan pembaharuan paradigma dan penajaman organisasi yang bermuara pada disiplin manajemen organisasi, perluasan jaringan strukrur dan non struktur demi memberikan pelayanan terbaik bagi jama’ah serta berorientasi pada kesejahteraan jemaah, ” ungkapnya.

Pembenahan juga direncanakan dalam penunjukan imam dan khotib masjid sehingga sesuai dengan harapan bersama. 

“Mari samakan presepsi dalam mengangkat imam dan khotib, karena selama ini masih ditemukan imam dan khotib yang belum sesuai dengan ketentuan, ” tambahnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah umat, ketua PD-DMI Kabupaten Sampang ini juga berkiat untuk melaksanakan program peningkatan mutu melalui program pelatihan. 

“DMI Kabupaten Sampang akan melaksanakan program pelatihan manajemen masjid atau organisasi ketakmiran, agar dapat mengelola masjid sehingga semakin dicintai umat,” pungkasnya. (Yas/Red).

Pos terkait