Tekan Penderita Kusta Sampang, WHO Realisasikan Program ICP

677 views
Asarul Fahrudda dan peserta audiensi dari 5 negara. foto : sofia/mc.com

Asarul Fahrudda dan peserta audiensi dari 5 negara. foto : sofia/mc.com

Terpilih sebagai Pilot Project untuk 5 negara | oleh : sofia

Maduracorner.com, Sampang – Kabupaten Sampang dinyatakan sebagai kabupaten pertama di dunia yang akan mendapatkan program pencegahan penyakit kusta. Daerah ini terpilih karena merupakan kabupaten dengan jumlah penderita kusta yang tinggi.

Menariknya, program tersebut merupakan pilot project yang baru diuji cobakan pertama kali di dunia oleh badan kesehatan PBB (WHO) bekerja sama dengan kementerian kesehatan, NLR, Novartis serta pemkab setempat. Dan itu dipastikan setelah Kamis (12/6) siang tadi, program International Chemoprophylaxis Project (ICP) yang diikuti oleh 59 orang dari perwakilan 5 Negara itu secara resmi di-launching di Pendopo Sampang. Puluhan perwakilan itu berasal dari india, Myanmar, Brazil, Tanzania dan Nepal beserta perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, World Health Organization (WHO), NLR, Novartis dan Pemkab Sampang.

Sebagaimana dikatakan Ansarul Fahrudda, Kabid Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Timur, dia mengatakan bahwa inti dari hasil audensi tersebut ialah kesepakatan jika Sampang akan menjadi Kabupaten pertama di dunia yang akan melakukan program tersebut. Selanjutnya, program ini akan direkomendasikan kepada kelima negara tersebut yang mempunyai kasus sama.

Dia kemudian menjelaskan, program ICP sendiri merupakan semacam pemberian bahan kimia termasuk antibiotik yang ditujukan untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit yang manifes.

“Chemoprophylaxis juga dimaksudkan untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain, yang dalam hal ini adalah penyakit kusta,” terang Ansarul,(12/06).

Sementara itu, dari data Dinkes Sampang, angka penderita kusta mulai mengalami penurunan. Tercatat dari tahun 2012 terdapat 541 penderita, di tahun 2013 turun menjadi 395 dan untuk triwulan pertama tahun ini mencapai 195 penderita.(fia/krs)

 

 

Email Autoresponder indonesia