Temui DPRD Bangkalan, KOMPAS Adukan Infrastruktur Jalan Rusak

Bangkalan, Maduracorner.com, Sejumlah Masiswa dan Pemuda Kecamatan Sepulu yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Sepulu (KOMPAS) Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan terkait kondisi jalan rusak dan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dialami warga setempat.

Dalam audiensi KOMPAS Kecamatan Sepuluh kepada Komisi C DPRD Bangkalan, Senin, 31 Agustus 2020, Abdurrasyid menjelaskan, kondisi infrastruktur akses jalan raya di Sepulu menuju Kombagan ditiik jalan yang menghubungkan Desa Bangsareh dan Desa Kelapayan menjadi menjadi akses utama warga setempat.

“Kondisi jalan yang rusak dan berlubang itu sudah lama terjadi, tapi nampaknya pihak PU enggan memperhatikan, ditambah lagi tidak ada penerangan lampu diakses jalan tersebut, ini sangat membahayakan bagi warga yang sedang melintas,”ujarnya.

Realisasi perbaikan ini sudah sangat ditunggu oleh warga, agar mereka lebih mudah untuk beraktifitas. Dan tidak ingin menjadi korban jalan yang rusak tersebut.

“Untuk itu, kita harap Pemerintah segera untuk perbaikan jalan. Kasihan kita melihat warga yang sering kecelakaan dan kejadian begal disana,” harap Rosyid.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno menjelaskan, Untuk Infrastruktur jalan seperti yang dikeluhkan oleh warga, para mahasiswa dan Pemuda Sepuluh. Ia berjanji akan segera berkordinasikan dengan Dinas PUPR dan berkomitmen untuk memperjuangkan agar segera direalisasi dan dilakukan perbaikan. Meski diakui dengan kondisi keterbatasan anggaran ditengah wabah Covid-19 seperti ini.

“Dengan kondisi Covid-19 ini membuat beberapa anggaran harus dipangkas dan dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Bangkalan. Untuk itu, kita berharap  harus lebih bersabar, mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita sudah realisasikan,”

Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuagan Bangkalan ini menyampaikan, ada sekitar 15 Kecamatan yang memang ruas jalan penghubung kecamatan mengalami kerusakan diatas 15 persen. Sementara yang lainnya banyak yang tidak layak.

“Kalau tidak salah yang cukup baik jalannya di jalan Kabupaten Bangkalan, Burneh, Arosbaya dan Socah. Dan saya melalui dinas terkait sudah meminta untuk melakukan upaya – upaya penambahan anggaran untuk perbaikan,”ucapnya.

Menurutnya, anggaran perbaikan ini tergantung dari Dana Pusat, khususnya anggaran DAK. Dan kita tahun 2019 mendapat kucuran dana 18 miliar sebanyak dua kali. Sementara ditahun 2020 hanya 16 miliar. Anggaran sebesar itu sangat minim.

Ia menilai Pemkab Bangkalan melalui Dinas terkait tidak aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Mereka tidak menjemput bola. Makanya kami meminta Kepala Dinas terkait untuk meningkat koordinasi. Jangan sampai nanti terjadi masyarakat melakukan blokade jalan dan itu tidak baik,” tandasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia