Terdesak Kebutuhan Hidup, PKL Tetap Jualan

584 views

Bangkalan, Maduracorner.com-Bicara soal isi perut tidaklah mudah. Apalagi jika sudah menyangkut nasib wong cilik. Berbagai pertimbangan dalam mengambil kebijakan perlu dipikirkan dengan matang. Salah satu contohnya adalah puluhan pedagang kaki lima (PKL) dan jual-beli sepeda motor (R.2) yang biasa mangkal di jalan tengah yang membelah alun-alun kota Bangkalan. Untuk seminggu kedepan, mereka dilarang membuka lapak dan melakukan kegiatan jual-beli R.2 dari tanggal 17-25 April 2015. Pasalnya, akan ada penilaian Adipura katagori kota kecil di Kabupaten Bangkalan dari tim juri pusat.

“Tim juri pusat akan lakukan penilaian Adipura di Kabupaten Bangkalan dari tanggal 17-25 April 2015,” ujar Kepala Satpol PP Bangkalan, Moh. Fahri pada Jumat (17/4/2015).

Pelarangan tidak boleh berjualan itu tidak hanya berlaku bagi PKL yang berada di seputar jalan tengah alun-alun kota Bangkalan. Tapi, meliputi PKL yang biasa membuka lapaknya memakai fasilitas umum (fasum) yakni trotoar yang seharusnya dipakai oleh para pejalan kaki.

Agar tidak terjadi salah paham oleh PKL, Kasie Trantib Satpol PP beserta anak buahnya menggelar sosialisasi. Yakni berupa woro -woro berkaitan dengan larangan berjualan selama seminggu, petugas juga akan menindak tegas jika masih ada PKL yang membandel.

“Jika selama kurun waktu dilarang berjualan masih ada yang tetap berjualan, maka lapaknya akan kami sita dan dibawa ke kantor,” kata Fahri.

Satpol PP juga sedang mengkaji pemindahan lokasi baru bagi PKL dan jual beli R.2 seputar jalan tengah alun-alun kota Bangkalan. Sampai saat ini masih mencari tempat yang dianggap layak untuk mereka. Dulu pernah ada rencana para PKL dan jual beli R.2 seputar jalan tengah alun-alun kota direlokasi ke halaman parkir stadion karapan sapi Skep Kelurahan Bancaran Kecamatan Bangkalan. Tetapi, hingga saat ini masih dipertimbangkan karena jalan raya di depan stadion karapan sapi masih rusak parah. Bisa-bisa jualan mereka tidak laku.

“Kalau dipaksakan PKL-nya direlokasi ke halaman parkir stadion karapan sapi di Skep, mereka akan balik lagi karena sepi. Jika kita bicara soal perut, itu tidak mudah,” pungkas mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangkalan tersebut.

Penulis : Aryan
Editor  : Buyung

Email Autoresponder indonesia