Terkena Gendam, Uang Rp 7 juta Milik Sales Susu Amblas

503 views

Tiga dari Empat pria pelaku gendam berhasil di bekuk tim reskrim polres Sampang-Foto: Arie Widianto/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– Abdul Manan (45) sales susu menjadi korban gendam. akibat terkena gendam, sales susu itu tanpa sadar menyerahkan uangnya sebesar Rp 7 juta  kepada pada pria yang baru di kenalnya di jalan Melati kota Sampang. Beruntung  ada tim reskrim polres Sampang melintas di sekitar TKP, sehingga tiga dari empat pria penggendam berhasil di bekuk.

Tiga dari Empat pria pelaku gendam berhasil di bekuk tim reskrim polres Sampang beberapa saat setelah melakukan aksinya. ketiganya langsung di giring ke Mapolres Sampang untuk proses penyedikan lebih lanjut.

Dari ketiga tersangka polisi mengamankan uang tunai sebesar Rp 7 juta hasil menggendam, tiga buah handphone, dan 6 batu akik berwarna bening. Kepada penyidik para tersangka mengaku pernah melakukan aksi serupa di surabaya dan sidoarjo Jawa Timur, sementara korban gendam yang di mintai keterangan di ruang penyidik mengaku heran telah menyerahkan uang hasil penjualan susu kepada orang yang baru di kenalnya. “Kan tas saya kebuka dia lihat uang saya, terus tanya uangnya kok banyak keluarkan semua, saya kasih mantra biar tidak di curi orang. yang saya heran kok bisa saya serahkan uang saya kepada orang lain,” kata Abdul Manan.

Kapolres Sampang, ABBP Solehan dikonfirmasi melalui Kasat reskrim AKP Roman Elhaj mengatakan, dalam kasus gendam ini  polisi menangkap tiga pelaku gendam. Ketiga orang itu masing berinisial S (35) asal warga Lumajang, B (30) asal warga desa Kodek kecamatan Torjun dan H (31) warga asal Surabaya,

Dijelaskan Roman Elhaj,  sebenarnya pelaku berjumlah empat orang namun satu pelaku pelaku dengan berinisial HR berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran petugas. “Dari hasil pemeriksaan salah satu tersangka merupakan residivis yang pernah di penjara di Banyuwangi dengan kasus yang sama, akibat perbuatannya para pelaku akan dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (mi/ari/min)