Terlilit Hutang Tengkulak, Cabe Petani Dibeli Dengan Harga Murah

Petani Cabe-foto: Aryan/MC.com

Petani Cabe-foto: Aryan/MC.com

Petani Buntung, Tengkulak Untung Besar | Oleh : Aryan

Maduracorner.com,Bangkalan – Meski seminggu belakangan ini harga cabe merah keriting naik tajam seharga Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu/kg dan cabe hijau Rp 40 ribu/kg. Namun Sayang, harga cebe ditingkat petani, cabe merah keriting cuma dihargai Rp 35 ribu/kg dan cabe hijau Rp 15 ribu/kg.

“Yang untung besar itu tengkulak, sebab harga cabe merah keriting di kami hanya dihargai Rp 35 ribu/kg dan cabe hijau Rp 15 ribu/kg,” ujar Sahriah petani Desa Tolbuk Kecamatan Klampis, Selasa, (4/5).

Menurut penjelasan Sahriah, tiga hari yang lalu cabe merah keriting masih dihargai Rp 40 ribu/kg dan cabe hijau Rp 20 ribu/kg. Tidak hanya itu, petani cabe juga tidak bisa berkutik terhadap para tengkulak. Karena modal awal membeli bibit dan pupuk menanam cabe antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta dipinjami tengkulak dengan perjanjian tidak boleh menjual hasil panen cabenya kepada orang lain. Termasuk menunggu disawah atau mengambil dirumah petani sambil membawa timbangan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak pak, sebab hasil panen cabe harus dijual kepada tengkulak untuk bayar hutang yang dipinjam,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, dari 4 petak sawah yang ditanami cabe merah keriting, hari ini hasil petik cabainya seberat 20 kg tetap dijual untuk membayar cicilan hutangnya yang tersisa Rp 350 ribu. Untuk hasil cabe berikutnya, baru bisa dipanen 10 hari lagi akan dijual sendiri kepasar tradisional Arosbaya.

“Hasil panen cabe merah dan hijau hari ini masih untuk melunasi sisa pinjaman terakhir,. Sedangkan 2 kali panen terakhir nanti akan saya jual sendiri. Lumayanlah pak kalau hasil panen cabe bisa dijual sendiri,” pungkasnya. (yan/shb).

Email Autoresponder indonesia