Ternak Cacing Peluang Bisnis Menggiurkan, Banyak Dicari Sebagai Bahan Obat (Bagian 2, Habis)

image

Dasuki Rahmat, salah satu peternak cacing Lumbricus Rubellus di Kecamatan Socah

Bangkalan,maduracorner.com – Kegunaan ekstrak cacing tanah atau Lumbricus Rubellus ini (tulisan bagian 1), membuat bahan obat tersebut kini banyak dicari. Alhasil, peluang bisnis inipun kini dimanfaatkan sebagian orang untuk menekuninya. Mereka kini membudidayakan cacing tanah sebagai lahan bisnis baru yang menggiurkan.

Salah satunya yakni Dasuki Rahmat, salah satu peternak cacing Lumbricus Rubellus di Kecamatan Socah. Pria yang dulu menjadi aktivis mahasiswa di Bangkalan ini, sepertinya tak ragu untuk menekuni bisnis cacing tanah. Apalagi, peluangnya terbuka lebar karena khusus di Bangkalan masih sedikit yang menggelutinya.

“Budidaya cacing ini saya tekuni karena di wilayah Bangkalan sangat minim dan banyak yang gagal. Mereka gagal karena faktor kurangnya pengetahuan sistem budidaya cacing tanah,”ujar Dasuki Rahmad saat ditemui maduracorner.com, rabu (6/5/2015 siang).

Menurut pria asal Pamekasan ini, prospek budidaya cacing sangat bagus karena banyaknya permintaan dari berbagai pihak. Sebut saja, untuk pakan ternak unggas, ikan dan dibuat obat-obatan tentunya. Namun permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi. Karena budidaya cacing yang dikelolanya hanya dibuat bahan obat yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul.

“Untuk saat ini kami konsentrasi pada kebutuhan bahan dasar obat-obatan”,kata Dasuki. “Saya sudah memproduksi obat dari cacing ini berbentuk kapsul. Satu botol isi 30 dengan harga 35 ribu. Kemudian ada juga yang isi 60 kapsul seharga 60 ribu. Alhamdulilah, pesanan lumayan banyak,”ucapnya tersenyum sumringah.

Banyaknya pesanan obat tersebut sambung Dasuki, karena cacing mengandung protein dan asam amino baik esensial maupun non esensial yang sangat tinggi. Dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Terlebih, pakan cacing tidak mengandung unsur limbah hewani. Jadi treatment pakan yang digunakan lebih banyak memakai unsur-unsur nabati. Seperti, ampas tahu, ampas singkong dan limbah buah-buahan yang sudah dihancurkan.

“Kadar proteinnya 60-76 persen. Sehingga kasiatnya bisa menjaga daya tahan tubuh manusia. Cacing ini tidak mengandung efek samping. Dengan mengkonsumsi secara rutin dapat menimbulkan efek baik. Semisal meningkatkan vitalitas laki-laki,”terangnya berpromosi.

Sejauh ini, Dasuki telah memiliki 30 kotak budidaya cacing yang ditempatkan dalam sebuah ruangan dengan ukuran 3×4 meter. Setiap kotak berukuran 80×120 cm yang berisi 5 kilo cacing Lumbricus Rubellus.

“Berkembang biaknya cacing sangat cepat. Contoh, 5 kilo cacing dalam kurun waktu 2-3 bulan bisa mencapai dua kali lipat. Pastinya ini sangat menguntungkan jika benar-benar ditekuni,” pungkasnya.(Bagian 2, her/mad)

Penulis: Heriyanto
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia