Tersangka Dugaan Korupsi PKH 2 Miliar di Bangkalan Bertambah Dua Orang

Dua tersangka digiring petugas usai dilakukan pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Bangkalan.

BANGKALAN, Maduracorner.com, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kembali menetapkan dua tersangka dugaan terlibat korupsi dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, 11 Juni 2022 kemarin.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Bangkalan menetapkan dua tersangka yakni NS sebagai pendamping PKH tahun 2017-2018 dan SU istri mantan Kades Kelbung. Kedua tersangka dilakukan penahanan pada 29 Juni lalu karena diduga terbukti terlibat korupsi. 

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bangkalan, Dedi Frangky membenarkan hal tersebut. Ia menyebut penahanan dua tersangka baru itu dilakukan pada kemarin sore, Senin 11 Juni 2022 kemarin. 

“Sudah kami tahan kemarin pada pukul 17:30 dan saat ini ditahan di Rutan Kejati Jatim,” jelasnya, Rabu, (12/7). 

Ia menyebutkan, dua tambahan pelaku tersebut yakni berinisial AM (34) dan SI (40) yang merupakan warga Bangkalan. Ia juga mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani beberapa pemeriksaan. Sebelumnya, dua orang tersebut dipanggil sebagai saksi.

“Setelah kami lakukan pendalaman, ada keterlibatan dua orang tersebut dalam kasus itu,” tuturnya. 

Dedi menyebutkan, dua orang tersangka baru itu memiliki peran dalam penyalahgunaan penyaluran dana PKH. Ia mengatakan, dua pelaku juga berperan menyimpan buku tabungan milik penerima PKH. 

“Juga berperan dalam pencairan bantuan tersebut. Untuk tersangka AM itu jabatannya pendamping PKH. Sedangkan SI tidak memiliki jabatan namun terlibat ,” imbuhnya. 

Diketahui sebelumnya Kejari Bangkalan mengamankan dua pelaku yakni NZ dan SU yang terlibat dalam korupsi dana PKH yang merugikan negara sebanyak Rp 2 milyar. Aksi tersebut dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2021. 

“Dari total penerima PKH sebanyak 300 orang. Pelaku mencairkan dana tersebut untuk keperluan pribadi,” pungkasnya. (Red).

Pos terkait