Tertipu, Habib lapor Polisi

736 views
image

Habib Sholeh Alatas

Bangkalan,Maduracorner.com– karena merasa tertipu- Habib Sholeh Alatas (38) warga desa Trogan kecamatan Kampis melaporkan anak mantan Kades Tobeddung, Malik Amrullah warga desa Tobeddung kecamatan Klampis. Dia dilaporkan karena dirinya merasa ditipu. “Karena saya ditipu terpaksa dia (Amrullah Red) saya laporkan ke Polisi,” kata Habib Sholeh Alatas, Selasa (30/09/2014)

Dijelaskan dia, pada hari Jumat (14/03/2014) dirinya membeli tanah sebidang tanah kohir nomor 712 persil 38 blok II seluas 505 M2 seharga Rp 170 juta kepada Amrullah, awalnya ia membayar Rp  3 juta sebagai tanda jadi, kemudian dirinya membayar lagi 147 juta sedangkan sisanya, sebesar Rp 20 juta  akan dibayar apabila proses konversi atau persertifikatan telah selesai. “Tapi sebelum proses sertifikat itu selesai, tanah yang saya beli ternyata sudah dijual ke orang lain,” jelasnya.

Karena merasa ditipu dan dirugikan maka pada tanggal 26 Juli 2014, dia  melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Bangkalan. “Dengan melapor. Ini saya harap  Hak saya  dikembalikan, karena tanah itu telah menjadi hak saya, karena ada akte jual belinya di depan Notaris, dan ini masalah etika, dengan saya melapor ini agar kasus  seperti ini tidak dilakukan kepada orang lain,” katanya.

Dikatakan Habib Sholeh Alatas, sebelum melapor ke Polisi, sebenarnya Ia telah melakukan pendekatan terhadap keluarga terlapor agar di selesaikan secara kekeluargaan. “Saya sudah memberikan waktu agar diselesaikan secara kekeluargaan, namun upaya saya tidak digubris,” tuturnya.

Namun, Habib Sholeh Alatas mengaku kecewa terhadap polisi, karena sampai saat ini kasusnya terkesan dibiarkan. “Biasanya 7 hari dari pelaporan sudah ditindak lanjuti, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari kepolisian. Kalau Kasus sekecil ini belum ditindak lanjuti, bagaimana dengan kasus besar,” tukasnya..

Kasatreskrim polres Bangkalan, AKP Andi Purnomo ketika dikonfirmasi menepis kalau kasus tersebut dibiarkan. “Kami  sudah memanggil sejumlah saksi, kasus  prosesnya terus berjanlan, besok kita akan memanggil  notarisnya, sebenarnya dalam kasus ini tidak kendala, namun karena untuk memanggil saksi membutuhkan waktu,” pungkas Andi Purnomo.

Penulis ; Anto
Editor  : Sohib

Email Autoresponder indonesia