Tohir, Tukang Sol Sepatu Asal Lamongan Yang Sudah Fasih Bahasa Madura

Tohir, Tukang Sol Sepatu di Depan Pasar Srimangunan-foto : Nur Sofia/MC.com

Tohir, Tukang Sol Sepatu di Depan Pasar Srimangunan-foto : Nur Sofia/MC.com

Sudah 35 tahun Bekerja di Sampang I oleh : Nur Sofia.

Maduracorner.com,Sampang– pepatah jawa Witing Tresno Jalaran Soko Kulino artinya Cinta Tumbuh Karena Terbiasa, pepatah itulah yang membuat Tohir (59) Warga Kabupaten Lamongan merasakan Madura layaknya rumah ke dua, Pria yang sehari – hari mencari nafkah sebagai Tukang sol Sepatu di depan Pasar Srimangunan Sampang ini menjual jasa-nya untuk memperbaiki sepatu sejak Tahun 1979.

“Madura sudah seperti rumah ke dua bagi saya setelah Lamongan, banyangkan, 35 tahun saya merantau ke sampang mencari rezeki menjadi tukang sol sepatu, dulu pertama kali ke sampang saya tidak bisa bahasa Madura, kalau ngomong  “Apalpal” tapi sekarang saya sudah fasih bahkan bahasa Madura yang halus ” Kata Tohir bangga.

Tohir menceritakan apabila dihitung sejak pertama kali menginjakkan kaki di sampang, dirinya sudah melewati 5 Bupati yakni Bupati Makbul, Bupati Bagus Hinayana, Bupati Fadhilah Budiono 2 Periode, Bupati  Noer Tjahja dan Bupati Fanna Hasib.

“Saya ini paham betul wilayah Sampang, sejak jaman Bupati Makbul, dulu itu ongkos memperbaiki sandal dan sepatu hanya Rp 25 Rupiah hingga sekarang Rp 10.000 Rupiah, saking cintanya saya sama Madura sampai saya beristri wanita Madura ( Ketapang, Sampang ) hingga punya 4 anak dan 4 cucu. kata Tohir.

Harapan Tohir hanya satu yaitu bisa segera membeli rumah untuk keluarganya, karena hingga kini dirinya masih mengontrak di Kelurahan Gunung Sekar Sampang, sedikit demi sedikit hasil jasanya sebagai Tukang Sol Sepatu di kumpulkan, apabila ramai dirinya bisa membawa pulang uang Rp. 100.000 tapi kalau sepi hanya Rp. 30.000 yang dibawa pulang.

“Saya cinta Madura dan saya sudah menjadi orang Madura ” kata Tohir mengakhiri obrolannya. (fia/shb )

Email Autoresponder indonesia