Tolak Pembangunan Waduk, Ratusan Warga Blokade Akses Suramadu

massa saat memblokade akses Suramadu-foto: Arie/MC.com

massa saat memblokade akses Suramadu-foto: Arie/MC.com

Demo Tolak pembangunan Waduk | oleh : Arie widianto

Maduracorner.com,Bangkalan— sekitar 100 orang warga dari 14 desa di kecamtan Blega kabupaten Bangkalan memblokade jalan akses menuju Suramadu sisi Madura. Aksi yang dilakukan Ratusan massa yang menamakan diri Tim Pembela Tanah Leluhur (TPTL) Blega itu untuk menolak rencana  pembangunan waduk penahan banjir di kecamatan Blega. “Pembangunan Waduk Blega ini harus dihentikan,” teriak koorlap aksi TPTL, Mahrus Ali Zend Al Amin saat memblokade akses Suramadu, Kamis (13/2).

Dikatakan Mahrus, ratusan warga ini menolak rencana pembangunan waduk Blega karena pembangunan bendungan Raksasa itu akan merelokasi warga di 14 desa di kecamatan Blega.”Mau di pindah kemana kami yang sejak lahir hidup di Blega,” kata Mahrus Ali Zend.

Selain itu kata Mahrus Ali Zend, warga Blega tidak setuju dengan pembangunan waduk, karena pembangunan itu akan merusak makam leluhur, masjid dan rumah penduduk.”Kami yang mempunyai hubungan bertahun-tahun dengan makam leluhur atau Bhujuk harus berpisah, ini kan sangat mustahil sekali,” tukasnya.

Oleh sebab itu kata Mahrus Ali Zend, apapun alasan masyarakat kecamatan Blega tetap menolak rencana pembangunan waduk Blega tersebut. “Carilah solusi yang lain untuk mengatasi banjir dan kekeringan di kecamatan Blega ini, tanpa pembangunan Waduk Blega,” punksanya.
 
Akibat satu jalur jalan akses Suramadu di Blokade, terjadian antrean panjang di jalur akses suramadu yang menuju ke surabaya macet total. Para pengguna jalan baik kendaraan roada 4 dan roda 2 tidak bisa melintas karena di jalur tersebut ratusan warga TPLTL berjalan sambil membentangkan spanduk panjang yang bertuliskan “Memaksa Pembangunan Waduk:perang”

Setelah memblokade jalan akses sekitar 15 menit, ratusan massa TPTL itu kemudian melanjutkan aksinya ke kantor gubernur Jatim di Surabaya. (rie/shb)

Email Autoresponder indonesia