Tolak Poligami, Emak- Emak Di Bangkalan Gelar Aksi Bisu

584 views

Maduracorner.com, Bangkalan, Puluhan wanita melakukan aksi bisu di depan kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan kantor DPRD Bangkalan, Jumat (02/08/2019).

Menurut peserta demonstrasi, Aksi bisu sejumlah wanita tersebut dilakukan, sebagai respon dari beredarnya kabar praktek poligami, yang dilakukan orang nomer satu di Bangkalan R. Abdul Latif Amin. Sebagaimana info yang beredar di sosial media beberapa waktu belakangan, Bupati Bangkalan tersebut baru saja menikahi wanita asal palembang sebagai istri keduanya.

Hal ini dinilai menimbulkan kekhawatiran bagi kaum hawa di Bangkalan. Terlebih tersiar kabar bahwa ada rencana pengesahan Perda terkait poligami nantinya.

“Dengan adanya kabar beredar foto pernikahan Bupati Bangkalan, Latif Amin Imran dan persetujuan rela dimadu dari istri orang nomor 1 di Kabupaten Bangkalan itu, membuat
masyarakat terkejut dan terutama dari kaum ibu-ibu di Bangkalan,” ungkap salah satu koordinator aksi yang enggan disebutkan namanya.

Koordinator aksi tersebut menambahkan, ditinjau dari persoalan hukum, poligami tidak ada permasalahan, hal ini legal dan bisa dilakukan siapapun berdasarkan Undang-Undang perkawinan no 1 1974. Begitu juga ketika mengacu pada hukum agama, praktek poligami juga tidak dilarang.

” yang kami tidak sepakati adalah poligami ini diduga dilakukan oleh seorang Bupati Bangkalan, suri tauladan bagi masyarakat. Kami penuh keyakinan bahwa surat persetujuan rela dimadu dari istri orang nomor
1 di Kabupaten Bangkalan itu tidak dilakukan sepenuh hati, tulus, Ikhlas, lahir dan batin,” imbuhnya.

Menurut koordinator aksi tersebut, aksi ini murni merupakan aspirasi. untuk itu pihaknya selaku Gerakan Wanita Anti Poligami (GERWAMI) yang sangat mengagungkan nilai dari sebuah kesetiaan, tergerak hatinya untuk melakukan aksi ini.

Dalam press release yang disampaikan GERWAMI, pihaknya menuntut beberapa hal diantaranya menolak praktek poligami yang dilakukan Bupati Bangkalan. Meminta Zaenab Zuraidah (ibu bupati.red) agar mencabut surat persetujuan rela dimadu. Dan menolak rencana pembahasan Perda Poligami.

Dalam rilisnya, peserta aksi juga menekankan. Apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka GERWAMI akan menggalang dukungan dari para perempuan di bangkalan untuk mencabut mandat Bupati Bangkalan. (Sif)