Tolak RUU Permusikan, Musisi Pemekasan Konser di Depan Gedung Dewan

Sejumlah musisi menolak RUU Permusikan dengan cara menggelar konser musik di depan gedung DPRD Pamekasan. (FOTO: Mohammad H)

PAMEKASAN, MADURACORNER.COM– Musisi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Central Kreasi Aspirasi Muda Pamekasan (Cekamp) menolak pengesahan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan.

Penolakan itu, dikemas dengan cara menggelar konser musik di depan gedung DPRD Pamekasan. Sejumlah pasal RUU Permusikan dinilai kontroversial, bahkan berpotensi membunuh kreatifitas musisi tanah air.

“Setidaknya ada 19 pasal bermasalah. Mulai dari ketidakjelasan redaksional, hukum yang diatur tidak jelas, hingga persoalan jaminan atas kebebasan berekspresi,” kata Korlap Aksi, Indra, Senin (18/2/2019).

Mereka mendesak DPRD Pamekasan mengakomodir semua aspirasi musisi, dan menuangkan dalam surat rekomendasi tertulis. Rekomendasi ini, ditujukan kepada DPR RI dan Pemerintah Pusat agar pembahasan dan pengesahan RUU Permusikan dihentikan.

“Kami juga menuntut naskah akademik RUU Permusikan direvisi
dengan melibatkan musisi dari masing-masing daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Sahur Abadi mengaku sangat mendukung semua aspirasi para musisi dalam menyikapi RUU Permusikan. Dia juga berjanji menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Pusat.

“Secara institusi menolak apapun bentuknya yang dapat mendiskriminasi dan membatasi kreatifitas anak anak bangsa, khususnya yang merugikan para musisi,” jelasnya. (*)

Penulis: Mohammad H
Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia