Tolak UU Cipta Kerja, Ribuan Mahasiswa Sumenep Kepung DPRD

177 views

Sumenep, Maduracorner.com – Pengesahan undang-undang (UU) cipta kerja menuai kecaman banyak pihak. Pasalnya, sejak disahkannya beberapa hari lalu, secara serentak menimbulkan gejolak penolakan diberbagai daerah.

Tak terkecuali di Kabupaten Sumenep. Aksi demonstrasi pecah di depan kantor DPRD setempat. Kamis (8/10/10).

Tak tanggung-tanggung, aksi terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sedangkan gelombang kedua, giliran aliansi mahasiswa Sumenep (AMS) juga ikut menggeruduk kantor DPRD.

Tak kala ribuan massa itu menggabungkan diri dalam satu kelokasi. Mereka mendesak wakil rakyat di daerah agar mengajukan judikal review terkait UU Cipta kerja ke mahkamah konstitusi (MK).

“Jangan terus-terusan perkosa rakyat, dasar DPR krisis literasi yang tak punya hati nurani,” ucap Abd Mahmud, salah seorang koordinator aksi dalam orasinya.

Mereka meminta dewan perwakilan rakyat daerah bersikap tegas dalam menyikapi persolaan-persoalan yang menimpa rakyat.

“Padahal mereka tidak minum, tidak nyabu, kenapa RUU nya ngawur,” ujarnya lantang.

Sementara itu, ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menerangkan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak dalam memenuhi tuntutan mahasiswa terkait UU Cipta tersebut.

Politisi PKB itu hanya bisa berdiri mematung mendengarkan umpatan-umpatan sadis massa aksi.

“Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi teman-teman mahasiswa ke pusat, lebih dari itu bukan wewenang wakil rakyat di daerah,” ujarnya.

Kata dia, wakil rakyat di daerah tidak bisa berbuat apa-apa dalam polemik disahkannya RUU tersebut. Sebab, yang merancang dan mengesahkannya adalah DPR RI dan pemerintah pusat.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian adek-adek mahasiswa kepada rakyat, tuntutan adek-adek akan kami sampaikan ke pusat,” pungkasnya. (ZN)

Email Autoresponder indonesia