Tragedi Saat Menit Terakhir, PMU Tergelincir ke Divisi Utama

image

Diego Fretes Di Tengah Kepungan Pemain Persipura

Bangkalan, maduracorner.com,   – Persepam Madura United (PMU) gagal memenuhi ambisinya merebut poin saat meladeni Persipura Jayapura, jumat (5/9/2014) sore. Mereka takluk di kandang sendiri Stadion Gelora Bangkalan dengan skor tipis 1-2. Tragisnya lagi, gol kemenangan tim Mutiara Hitam tersebut terjadi pada menit 90! Kekalahan ini ini sekaligus memupuskan keinginan skuad Laskar Sapeh Kerap untuk bertahan di kompetisi ISL tahun 2015 mendatang.

Laga kedua klub sebenarnya berjalan menarik. Mereka langsung bermain terbuka sejak menit awal. Terutama PMU yang berinisiatif melakukan serangan sporadic ke pertahanan lawan. Namun tim tamu dari papua unggul lebih dulu pada menit 6 melalui kaki Johanes Pahabol.
 
Berawal dari serangan balik yang cepat dari sisi sayap, bola diumpan crossing ke depan gawang PMU. Apa daya, bola tersebut malah mengarah datar ke Pahabol yang lepas dari kawalan. Sekali cocor, bola pun menembus gawang PMU yang dikawal Firmansyah.
 
Namun tim tuan rumah langsung membalas semenit berselang. Berawal dari tendangan bebas Diego Fretes, bola membentur mistar gawang Persipura. Bola rebound disambut tendangan pelan oleh Silvio Escobar namun masih bisa ditepis kiper Persipura Dede Sulaiman. Bola kembali rebound dan lagi-lagi ditendang Escobar serta menjadi gol penyama kedudukan.

Usai skor menjadi imbang 1-1, kedua tim terus bermain terbuka. Silih berganti serangan terjadi hingga peluit jeda babak I dibunyikan wasit Jerry Elly yang memimpin laga.

Di babak II, permainan kedua tim tidak berubah. PMU tetap kelihatan enjoy bermain umpan satu dua. Dari proses permainan ini, beberapa peluang tercipta. Namun selalu gagal akibat kurang tenangnya penyelesaian akhir. Begitu pun Persipura yang memiliki counter attack cepat, seringkali merepotkan lini pertahanan PMU yang dikawal duet Valuta dan Fakhruddin.

Hingga menit 89, skor imbang bagi kedua tim tidak berubah. Saat wasit cadangan Najamuddin mengangkat papan tambahan waktu 1 menit, ribuan supporter di tribun timur mulai menyalakan fireworks atau kembang api. Disususl kemudian flare yang menyala di tribun bawah papan skor tersebut.

Hasil imbang ini tentu yang diinginkan. Karena sejatinya, PMU hanya butuh hasil imbang atau 1 poin saja untuk lolos dari degradasi. Karena jika seri, mereka akan mengumpulkan 24 poin. Sementara Perseru Serui meski menang di Lamongan lawan Persela hanya punya poin maksimal 23. Semuanya terlihat sumringah. Sebab hasil 1-1 tersebut akan memastikan PMU tetap di ISL musim 2015 mendatang.
 
Namun petaka akhirnya terjadi. Di menit 90, sebuah gol tim persipura oleh Titus Bonay menghancurkan harapan publik sepakbola Madura tersebut. Gol ‘mengerikan’ ini diawali umpan crossing dari sisi kanan pertahanan PMU. Bola hanya bisa ditepis oleh kiper Firmansyah.

Bola tersebut melenting ke sisi kiri kotak penalti PMU. Namun ternyata jatuh ke kaki salah satu pemain Persipura. Bola kemudian diangkat ke depan gawang PMU dan jatuh tepat di posisi Titus Bonay yang berdiri tanpa kawalan. Dengan mudah, striker Timnas Indonesia tersebut menendang masuk ke gawang. Gol! Firmansyah tak kuasa mencegah karena ia masih baruh bangun setelah jatuh karena menepis umpan sebelumnya.
 
Pemain Persipura merayakan gol di menit akhir tersebut. Coach Arcan Iurie jatuh lunglai di pinggir lapangan. Manajer PMU Achsanul Qasasi tercenung tak percaya. Nyanyian supporter tiba-tiba hening.

Hanya dalam hitungan beberapa detik kemudian usai bola ditendang di garis tengah lapangan, wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Kekalahan tipis 1-2 ini membuat PMU melorot menempati posisi 10 di klasemen grup II. Mereka pun harus degradasi ke Divisi Utama musim 2015 mendatang. Hal ini karena poin mereka sama dengan Perseru Serui yang kebetulan menang di Lamongan.

Meski poin sama serta lebih unggul selisih gol memasukkan dan kemasukan, PMU yang harus degradasi dan digeser posisinya oleh Perseru. Hal ini karena secara head to head, PMU kalah dari Perseru. Sebagai catatan, PMU kalah 0-4 saat di Papua. Sementara di SGB, mereka hanya bisa menahan seri Perseru. Good bye ISL! See U Next Time!
 
Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia