Tujuh Janji Politik Bupati Pamekasan Kembali Ditagih

703 views
aktivis saat demo bupati-foto: Mustofa/MC.com

aktivis saat demo bupati-foto: Mustofa/MC.com

Dana desa dan Honor GTT tak kunjung ditepati | Oleh : Mustofa El Abdy

Maduracorner.com, Pamekasan – Belasan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pamekasan (AMP) mendatangi Kantor Pemkab Pamekasan, Rabu (18/6). Kedatangan mereka untuk menagih tujuh janji bupati yang tak kunjung ditepati.

Abdul Kholik, salah satu orator aksi mengungkapkan hingga saat ini tujuh janji politik pasangan ASRI (Ahmad Syafii – Kholil Asyari) Pamekasan tak kunjung direalisasikan. Salah satunya, janji untuk mengucurkan dana 300 juta perdesa dan pemberian Gaji Guru Tidak Tetap sesua Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Kami menuntut bagaimana bupati segera menjalankan janji politiknya, karena masyarakat menunggu,” pintanya.

Mereka juga meminta Bupati mengambil langkah terkait dugaan adanya jual beli proyek di Kabupaten Pamekasan. Sebab dinilai sudah menyebar luas di kalangan masyarakat. Dan akan berdampak pada buruknya kualitas infrastuktur yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Ditemui di rauangannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Alwi Beig mengatakan bahwa tujuh program aksi tersebut sudah dituangkan dalam Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014. Namun menurutnya tidak mungkin semua program bisa dituangkan dalam satu anggaran.

“Tujuh program aksi itu sudah dituangkan dalam APBD 2014. Tidak semuanya memang tapi sesuai dengan kemampuan keuangan pemkab,” ujarnya.

Terkait jual beli proyek, Alwi mengaku tidak tahu persis. Pasalnya hal itu terkait persoalan teknis. Hanya saja apa yang disampaikan oleh pendemo akan diambil hikmahnya untuk perbaikan ke depan.(top/lam)

Email Autoresponder indonesia