Tuntut Keadilan Terkait Kasus Pembunuhan, GMPK Blokade Jalan

Massa GMPK saat blokade jalan di depan PN Bangkalan

BANGKALAN, MADURACORNER.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penuntut Keadilan (GMPK) menggelar aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Senin (11/9/2017). Bahkan, mereka melakukan blokade jalan. 

Pada awalnya, unjuk rasa tersebut berjalan damai. Mereka berorasi di pintu masuk PN menuntut keadilan agar terdakwa kasus pembunuhan terhadap Maon (33) warga Dusun Pancor Desa/Kecamatan Galis divonis seberat-beratnya. 

Namun, massa merasa geram setelah mengetahui persidangan dengan agenda putusan itu ditunda tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Massa yang kehilangan kesabaran nyaris bentrok dengan Ketua PN Bangkalan Bawoni Efendi yang nekat menemui massa. 

Penjelasan terkait alasan penundaan persidangan itu tidak bisa diterima massa. Mereka langsung melakukan blokade dan menggelar tahlilan di jalan Soekarno-Hatta sebagai bentuk protes atas gagalnya persidangan itu. 

“Sidang hari ini adalah putusan tapi kenapa secara tiba-tiba ditunda dengan alasan salah satu anggota hakim sedang mengikuti pelatihan dan terdakwa sakit. Apa yang sebenarnya terjadi?,” sesal Korlap Aksi GMPK, Mahmudi Ibnu Khotib. 

Menurutnya, aksi kali ini menuntut agar PN memvonis terdakwa seadil-adilnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai, majelis hakim tidak profesional dan main-main dalam menangani kasus pembunuhan tersebut. 

“Kami juga sangat menyayangkan sikap ketua PN yang datang marah-marah memberi penjelasan sambil menunjukan tangan tanpa etika,” kecam Mahmudi. 

Saat ini kata Mahmudi, bukan zamannya nyawa dibalas dengan nyawa apabila hukum sebagai panglima tertinggi benar-benar ditegakkan. Tapi, jika putusan kasus ini tidak adil kebiasan bunuh- membunuh tetap akan terjadi. Tentunya, hal itu sangat tidak diinginkan. 

“Kalau penegak hukum mempermainkan masyarakat jangan harap kebiasan carok itu akan hilang,” tandasnya. 

Sekadar mengingatkan, kasus pembunuhan Maon (33) warga Dusun Pancor Desa/Kecamatan Galis Bangkalan terjadi pada, Rabu (10/5/2017) pukul 17.00 wib. Pria yang berprofesi sebagai sopir ini tewas dibacok H Riskandar (55) warga Desa/Kecamatan Galis.(*)

Penulis : Heriyanto Ahmad

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia