Tuntut Perbaiki Jalan Rusak, Warga Demo Kantor PT Garam di Gersik Putih

Sumenep, maduracorner.com Puluhan warga perwakilan dari empat Desa, di Kecamatan Gapura, Kabupapten Sumenep, menggelar aksi unjuk rasa ke kantor pegaraman IV PT Garam setempat, Jumat 30 November 2018. Mereka menuntut PT Garam bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan yang rusak. Pasalnya penyebab kerusakan jalan itu karena seringkali dilalui kendaraan alat berat pengerjaan proyek milik PT garam tersebut.

Sambil berorasi dan membentangkan poster, puluhan warga dari perwakilan Empat Desa, di Kecamatan Gapura mendatangi Kantor Pegaraman IV PT Garam setempat, kedatangan para warga ini, untuk menuntut perbaikan jalan rusak yang menjadi dampak dari pekerjaan proyek PT Garam tersebut. Bahkan menurut warga kerusakan jalan itu sudah lama kurang lebih tujuh belas tahun lamanya tidak kunjung diperbaiki.

“Proyek milik PT Garam ini mengandeng kontraktor, lalu memasukkan alat berat yang semakin menambah kerusakan jalan. Bahkan pekerjaan proyek ini tidak pernah ada sosialisasi dari pihak perusahaan maupun kontraktor terkait dampak lingkungan dan dampak sosial dari proyek yang dikerjakan ini,”Ujar Korlap aksi Rofiqi, Jumat (30/11/2018).

Informasinya memang sudah ada perjanjian, bahwa jalan yang rusak menuju ke lokasi pekerjaan proyek tersebut”Tetapi faktaya sampai sekarang belum juga diperbaiki. Bagaimana dengan perjanjian itu? Makanya kami ke sini minta agar PT. Garam memperbaiki,” pintanya.

Sementara itu, perwakilan dari pihak PT. Garam yang menemui massa aksi, Sugiatno menjelaskan, bahwa persoalan jalan sebagaimana tuntutan warga sudah menjadi agenda PT. Garam untuk diperbaiki. Namun belum terealisasi karena masih ada pekerjaan proyek yang bersifat investasi.

“sebenarnya sudah ada kesepakatan antara kontraktor dengan pihak Muspika, yang di sana ada dari pihak Desa, terkait cara perbaikannya. Cuma proyek ini belum selesai,” jelasnya.

Setelah melakukan mediasi dengan perwakilan PT Garam serta pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, pengnjuk rasa membubarkan diri dengan tertib, dengan harapan tuntutannya segera dilakukan. Namun bila, tidak diindahkan mereka mengancam akan menggelar aksi dengan mendatankan massa yang lebih besar.(Sai)