Tuntut Transparansi PMM, Mahasiswa FH UTM Datangi Dekanat

Bangkalan, maduracorner.com – Senin, 9 Oktober 2017. Sekitar pukul 10.00, beberapa mahasiswa berkumpul di depan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura. Mereka yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa FH UTM Angkatan 2014 melakukan aksi demonstrasi mengenai Program Mitra Masyarakat (PMM) yang diadakan oleh Fakultas sejak tanggal 20 September – 5 oktober.

Beberapa masalah dilontarkan satu persatu oleh para orator. Mereka menuntut transparansi mengenai legalitas, anggaran, dan pertanggungjawaban dari pihak Fakultas.

Pipit, salah satu orator perempuan, dalam orasinya mengatakan bahwa telah diterlantarkan oleh pihak Fakultas, “Kami merasa telah dibuang ke desa,” teriaknya dengan nada kesal.

Senada dengan itu, Ramadhan, salah satu orator, menyatakan sikap kekecewaan dan menolak citra FH UTM hancur di mata masyarakat desa.
Bukan hanya itu, salah satu mahasiswa angkatan 2015, Fatur, juga melakukan orasi dengan ucapan terimakasih kepada angkatan 2014 karena dengan itu.

Suasana, awalnya biasa saja. Namun setelah beberapa jam tidak ditemui oleh Dekan, mereka membakar ban bekas dan memaksa untuk masuk ruang Dekanat.
Suasana redam setelah Nunuk, Dekan Fakultas Hukum UTM, keluar dari ruangannya dan menemui mereka. Audiensi terbuka pun dilakukan di depan ruang Dekanat.

“Kami butuh transparansi,” teriak mereka yang dikomando oleh Jufri selaku Korlap.
Awalnya, Nunuk tidak menggubris pertanyaan mereka, karena dirasa belum tahu dengan permasalahan. “Saya tidak tahu, karena belum ada konfirmasi dari pihak Panitia Penyelenggara PMM.”

Namun setelah forum dibuka, ia mengaku akan mengevaluasi permasalahan ini.
Mengenai anggaran, Wadek 2, Fauzin mengaku bahwa PMM mendapat dana sebesar Rp.48.150.000,00. Namun, peserta PMM tidak tahu, karena pengakuan Panitia, tidak ada dana sepeser pun yang turun.

Sementara itu, mengenai legalitas, pihak dekanat sudah melakukan audiensi pada LPPM sejak 2015 dan sudah dilakukan uji coba pada tahun 2016, “mengenai konsep, memang sedikit berbeda dengan tahun 2016. Tapi, untuk legalitas, kita sudah legal.” Tukas Wadek 1, Tholib Effendi.

Sedangkan untuk pertanggungjawaban Fakultas, akan diadakan forum audiensi lanjutan yang akan diselenggarakan sendiri oleh pihak Dekanat, Panitia Penyelenggara PMM, dan Mahasiswa. (ys/ftr)

By Jiddan

Posting Terkait