Udeng Tongkah, Udeng Khas Masyarakat Bangkalan Yang Mulai Dikenal

Udeng Cakraningrat Khas Bangkalan | Oleh : Aryan

Udeng Tongkah, udneg Khas Bangkalan  yang mulai di minati-Foto : sumaryanto/MC.com

Udeng Tongkah, udneg Khas Bangkalan yang mulai di minati-Foto : sumaryanto/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan – Udeng Tongkah yang konon dulu adalah undeng Pangeran Cakraningrat kini mulai dikenal masyarakat Bangkalan. Orang yang berusaha memperkenalkan itu adalah Kamaludin warga Kelurahanan Pangeranan Kecamatan / Kabupaten Bangkalan. Berangkat dari rasa penasaran yang teramat dalam untuk mengetahui tentang asal-usul atau sejarah udeng tongkah Sejak tahun 2010 silam, dia mulai mengempulkan informasi tentang udeng tersebut

Untuk mengetahui asal usul Undeng Tongkah, Kamluddin banyak bertanya kepada keluarga mantan raja yang pernah memerintah di Kabupaten Bangkalan. Termasuk memperdalam bentuk udeng Tongkah sebagai salah satu budaya yang patut dilestarikan. “Ini masih harga promosi mas, cuma Rp.25 ribu per buahnya,” ujar Kamaludin saat ditemui MC.com di pasar wisata, Minggu (17/3).

Menurutnya, pada  awalnya memperomosikan udeng Tongkah kepada warga Kabupaten Bangkalan. masyarakat meresponnya acuh tak acuh, namun dia tidak putus asa dan terus mencoba lagi untuk memperomosikan udeng Tongkah dengan menitipkan undeng tersebut di toko suvenir Nusa Indah jln. KH.Moh.Holil Bangkalan atau kejalur formal (pemkab.Bangkalan).

Upaya yang dilakukan Kamaluddin tidaik sia-sia, kini udeng Tongkah sebagai warisan leluhur mulai digemari oleh warga Bangkalan. “Lucunya lagi, justru yang menjadikan pavorit udeng tongkah ini adalah wisatawan lokal yang datang dari luar Madura. Seperti Bandung, Yogya, Banyuwangi dan kota – kota besar lainnya di Jawa,”ungkapnya.

Kamaluddin berharap, masyarakat Bangkalan semakin banyak memakai udeng Tongkah ini dan ikut serta memperomosikan udeng tersebut sebagai ciri budaya Bangkalan. “Agar tidak dibilang jasmerah (jangan sekali-kali melupakan melupakan sejarah) udeng tongkah yang sering disebut sebagai udeng agungan,”pinta Kamaludin. (yan/min)