Ulama Bangkalan Berharap Tak Ada Lagi Kasus Serupa Kolam Renang Goa Pote

image

Kolam Pemandian Goa Pote Bangkalan

Bangkalan, maduracorner.com – Aktivitas di kolam renang Goa Pote Desa Parseh, kecamatan Socah dihentikan pasca kasus goyangan model seksi, minggu (21/2/2016) lalu. Namun, ulama di kabupaten Bangkalan tetap menyoroti aktifitas kolam bekas galian batu kapur terdebut.

“Peristiwa itu sangat disayangkan dan memalukan. Bangkalan sebagai kota dzikir dan shalawat terdonai oleh kegiatan yang melanggar syari’at islam,”ujar ketua MUI Bangkalan, KH Syarifudin Damanhuri kepada maduracorner.com, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, kegiatan berbau pornoaksi itu sangat meresahkan dan menimbulkan gejolak di kalangan organisasi masyarakat (Ormas) islam. Pada saat kejadian, sempat ada rencana dari Front Pembela Islam (FPI) untuk mendatangi kolam renang Goa Pote.

“Kalau sampai datang ke lokasi sudah pasti anarkhis. Tapi kami berhasil mencegah. Kami bersama seluruh ulama Bangkalan akan mengawasi segala aktivitas disana,”tegasnya.

Sementara itu, ketua PC RMI NU Bangkalan, KH Nasih Aschal mengapresiasi penutupan kolam renang Goa Pote oleh Polres Bangkalan. Ia berharap ada solusi pasca kejadian agar tidak merembet dan menimbulkan permasalahan lain.

“Tentu semua ini menjadi perhatian kita, agar tidak terulang peristiwa serupa. Yang jelas, kegiatan itu tidak hanya melanggar norma agama, tapi sudah melanggar hukum karena mengandung unsur pornografi dan pornoaksi,” tandasny‎a. (her/mad)

Penulis: Heriyanto Ahmad
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia