Unras Tolak UU Cipta Kerja, Dewan Janji Serap Aspirasi

307 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Ratusan mahasiswa di Kabupaten Bangkalan melakukan aksi unjuk rasa (unras) menolak Omnibus law di depan Kantor DPRD setempat. Demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangkalan ini berlangsung cukup aman dan kondusif. Jumat (09/10/2020).

Unras dimulai dari Stadion Gelora Bangkalan (SGB) menuju gedung DPRD Bangkalan dengan meneriakkan berbagai yel – yel orasi yang pada inti pernyataan sikap tentang penolakan atas disahkannya UU Omnibuslaw.

Di depan gedung wakil rakyat tersebut, para mahasiswa ini semakin gencar berorasi supaya anggota legislatif mau menemui dan mendukung pernyataan sikapnya.

Salah satu korlap aksi Arif Komaruddin menyampaikan, otak DPR RI telah mati karena tidak memikirkan nasib rakyat dengan mengesahkan Undang-undang cipta kerja tersebut.

“Selain itu, DPR RI terkesan suka main kucing-kucingan dalam aksinya mengesahkan Omnibuslaw, hati nurani dan otak DPR RI sudah mati. DPR tidak memihak rakyat tetapi pro pemilik modal yang ingin menindas rakyat dan oligarki,” teriaknya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Hosyan menemui mahasiswa dan membacakan isi tuntutan juga sekaligus turut serta dalam hal penolakannya terhadap UU Omnibuslaw walau dengan catatan pada poin-poin atau pasal-pasal tertentu yang menjadi tuntutan penolakan.

Adapun tuntutan tersebut di antaranya, menolak UU Cipta Kerja sebab tidak pro rakyat, PC PMII Bangkalan menuntut DPRD Bangkalan menolak tegas Omnibuslaw, agar DPR RI minta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pengganti Undang – Undang (Perpu) pencabutan undang-undang Omnibuslaw

Point tuntutan selanjutnya, PMII Bangkalan mendesak DPRD Bangkalan untuk segera mengirim surat penolakan Omnisbuslaw serta berharap DPRD Bangkalan berkomitmen untuk tidak menerapkan undang-undang Omnisbuslaw di Bangkalan.

“DPRD Bangkalan juga ikut menolak UU Omnibuslaw dengan catatan dan tanda kutip manakala ada pasal yang tidak berpihak pada buruh dan rakyat,” kata Hosyan saat menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Bangkalan.

Sementara itu, Fatkurrahman yang akrab disapa Ji Kur tersebut mengatakan, pihaknya setuju dan sepakat atas aspirasi yang telah disampaikan oleh massa aksi mahaaiswa serta menolak Omnibuslaw.

“Sebagai bentuk penolakan Undang – Undang Omnisbuslaw itu. Kami buat banner penolakan yang dipasang di depan kantor DPRD Bangkakan” terang Ji Kur Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan

Lebih lanjut Ji Kur berjanji akan menampung dan melaksanakan tuntutan dari massa mahasiswa yakni untuk segera mengirimkan surat penolakan kepada DPR RI.

“Kami akan tampung semua aspirasi dari mahasiswa dan menyampaikan kepada pemerintah pusat serta DPR RI,” tandasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia