Wakil Rektor III UTM Lecehkan HMI

369 views

Maduracorner.com, Bangkalan – Percakapan disebuah group WhattApss bertulis IKA PMII KOM UTM dengan nomor 081330568xxx dengan nama Agung Ali Fahmi, mendadak viral. Diketahui Agung Ali Fahmi adalah Wakil Rektor 3 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diduga melakukan pelecehan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi).

Dalam group internal IKA PMII tersebut Agung Ali Fahmi terlihat mengirim sebuah link berita dengan judul “Sejumlah Kader IMM dan Wapresma Usir PMII dan HMI dari Kampus Muhammadiyah”. Berikutnya ia menanggapi berita itu dengan tulisan. ‘Itu baru benar…👆… bahwa kampus UNMUH ya khusus Muhammadiyah… HMI itu gak punya induk, ibunya “Masyumi” sudah wafat… Yatim Piatu… mumpung masih bulan Muharam kalau ketemu anak HMI elus kepalanya,” tulisnya digroup WA.

Tulisan itu menuai tanggapan Kader HMI dan KAHMI di Kabupaten Bangkalan. Ketua cabang HMI Bangkalan terpilih Efendi Pradana mengatakan, Agung Ali Fahmi ini tidak paham sejarah perkembangan bangsa, dan juga dia tidak mempunyai kapasitas untuk menjustifikasi HMI sebagai underbow ormas manapun.”Dia tidak paham sejarah HMI, meski dia wakil rektor tidak punya kapasitas untuk melecehkan HMI,” ujar Mantan Komisariat Fisip UTM itu. Minggu (15/9/2019).KAHMI (Korps Alumni HMI) Bangkalan mengecam percakapan yang diduga dilakukan wakil rektor 3 UTM itu meskipun dalam group internalnya.

Hairus Zaman mengatakan, dirinya sebagai alumni UTM sangat malu dengan pernyataan itu.”Iya memang ada yang mengirim screnshootnya di group dan saya baca,apabila itu benar, saya sebagai alumni UTM sangat malu dengan pernyataannya, apalagi kapasitasnya sebagai wakil rektor 3, itu memberikan pesan kepada semua bahwa dirinya sangat miskin listerasi, tidak paham sejarah perjuangan organisasi kemahasiswaan,” ungkap Zaman dengan nada tinggi.

Senada, Jimhur Saros menanggapi juga pernyataan kontroversial yang diduga Wakil Rektor 3 UTM itu. Jimhur mengatakan bahwa itu sangat tidak wajar dan bahkan kurang hajar.

Jimhur mengatakan, Agus Ali Fahmi sangat tidak pantas menjadi seorang pimpinan kampus. Oleh karena itu, ia meminta diturunkan dari jabatannya sebagai wakil rektor.”Itu kurang hajar, sebagai wakil rektor itu sangat tidak pantas, itu wajib diturunkan dari jabatannya,” kata Jimhur dengan nada penuh kekesalan.

Selanjutnya, KAHMI dan Kader HMI Bangkalan akan merapatkan barisan untuk mengkaji. Karena kata Jimhur, itu merupakan pelecehan terhadap organisasi HMI. Selain itu ia akan melaporkan kepada aparat kepolisian.Menurutnya, itu merupakan pelecehan atau pencemaran nama baik terhadap organisasi dan melanggar pasal 310 ayat 1 KUHP dan pasal 27 ayat 3 UU ITE .”Itu pelecehan, ada undang-undangnya kita akan laporkan itu,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan somasi kampus UTM dan akan menggelar demo besar-besaran. “Kita akan kepung UTM, turun dia dari jabatannya sebagai wakil rektor,” tandasnya.

By Jiddan