Warga Bangkalan yang Diisolasi di RSUD Dr. Soetomo Berangsur Membaik

Bangkalan, maduracorner.com, Kabar baik datang dari Kabupaten Bangkalan. Satu pasien positif Corona yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soetomo Surabaya, Jawa Timur kondisinya saat ini berangsur semakin membaik. Gejala batuk dan sesak napas yang sempat diduga menjurus ke infeksi virus Corona kini telah mereda.

Hal tersebut dijelaskan oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Agus Zein, melalui keterang pers realis pada Rabu (15/4/2020).

Dia menyampaikan, hasil perkembangan kondisi pasien TR asal Kecamatan Kota Bangkalan berangsur membaik.

“Selang infus sudah dilepas serta dalam masa tunggu hasil swab/PCR kedua dari BBPTK-PP Surabaya,”kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, tercatat ada 12 orang yang terdiri dari 7 orang yang tinggal di Kecamatan Socah dan 5 orang tinggal di Kota Bangkalan telah dilakukan rapid tes dengan hasil semuanya negative.

“Dari 12 orang tersebut diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,”ungkapnya.

Ia menambahkan, tenaga medis yang pernah kontak langsung dengan TR akan dilakukan rapid tes pada hari Rabu, 15 April 2020.

“Tercatat sebanyak 20 orang tenaga medis yang pernah kontak langsung dengan TR hari ini kami lakukan rapid tes,”jelas Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Bangkalan itu.

Sementara itu, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Ketua Tim satuan (Satgas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Kabupaten Bangkalan Dr. Catur Budi mengatakan, kami tidak bisa memantau langsung  pasien ke empat yang dirawat atau isolasi di Rs. Soetomo Surabaya. Namun ia menyampaikan, dari keluhan yang  berangsur membaik itu, tetap menunggu hasil lab swab/PCR kedua dari BBPTK-PP Surabaya.

“Sejauh ini, kondisi pasien yang menunjukkan gejala membaik, itu tandanya sudah tidak sesak lagi, yang sebelumnya demam tidak panas, terlebih selang oksigen juga sudah tidak terpasang lagi,” katanya saat dihubungi via telepon oleh wartawan maduracorner.com.

Ia juga menghimbau, masyarakat perlu waspada tapi jangan terlalu panik, dan harus siap menerima pasien yang isolasi mandiri.

“Jadi, mereka adalah korban perlu ditolong jangan dikucilkan dan jangan dibaikan.

Menurut, dr Catur Budi Keswardiono, kita harus saling mendukung satu sama lain, agar tidak panik berlebihan, tetap rasional, dan tidak menyebar hoaks seputar Covid-19 adalah cara untuk memperkuat kekebalan kelompok kita.

“Justru kita harus mulai menyiapkan isolasi mandiri berbasis masyarakat, sehingga masyarakat bisa paham. Tetap hadapi Covid-19 bersama-sama untuk membantu semua orang melewati pandemi ini,”tutupnya. (Ris).

Email Autoresponder indonesia