Warga Kalianget Tuding PT Garam Lamban Menangani Tumpukan Sampah

Tumpukan sampah di Desa Pinggir Papas dan Desa Karanganyar Kalianget Sumenep. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-PT Garam yang beroperasi di Desa Karanganyar dan Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, dituding lamban dalam mengatasi permasalahan tumpukan sampah yang berserakan dan mengotori dua desa tersebut.

“Kami sangat menyangkan sikap PT Garam, karena selama bertahun-tahun tidak ada perhatian untuk menangani masalah sampah itu,” sesal Desa Pinggir Papas, Widanto, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, sampah yang berasal dari aktivitas produksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, tidak pernah dibersihkan secara maksimal. Bahkan, terkesan menutup mata terhadap kebersihan lingkungan dua desa yang terdampak tersebut.

“Kegiatan bersih-bersih hanya dilakukan di lokasi tambak milik PT Garam, sedangkan di dua desa terabaikan,” keluhnya.

Widanto mempertanyakan fungsi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Garam. Ia menduga program itu hanya dinikmati segelintir orang. Sebab, sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) juga tidak diangkut untuk dibuang.

“Bisa dikatakan PT Garam setengah hati dalam memperhatikan kebersihan lingkungan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Garam Edward Hariandja mengaku sudah melakukan koordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat terkait persoalan sampah tersebut.

“Hasil koordinasi, kami akan memberikan fasilitas pengangkut sampah, namun bukan dalam waktu dekat,” kelitnya.

Selama alat pengangkut belum tersedia sambung Edward, sampah yang ada akan diangkut dua minggu sekali. PT Garam yang berkantor di Kalianget akan lebih memperhatikan masyarakat setempat, tidak hanya persoalan sampah saja.

“Otomatis yang berkaitan dengan produksi PT Garam termasuk lingkungan tetap akan kami jaga,” janjinya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia